Jagung Parunggalih Bodeh, Dekat Ke Pasar Lewat Jalan Baru TMMD Pemalang

Pemalang – Dari gambar terlihat petani jagung Desa Parunggalih Kecamatan Bodeh, menyimpan hasil panen di para-para/lumbung jagung rumah panggung. Seperti Mujahidin (48) warga Rt/Rw. 01, saat didokumentasikan Serda Tolani, Jurnalis Lapangan Satgas TMMD Reguler 104 Kodim 0711 Pemalang.

Diterangkan Mujahidin bahwa, cara praktis ini dilakukan untuk menghindarkan para petani dari kerugian saat harga jagung anjlok di pasaran atau dibeli pengepul dengan harga lebih rendah.

“Saya dibantu anak saya Iksan (20) memasukkan jagung hasil panen menggarap lahan Perhutani RPH Kaliwadas KPH Pemalang petak 105. Saat ini harga jagung kering sedang rendah berkisar di 3.000 rupiah/kilogram dari harga biasa antara 3.400-4.000 rupiah/kilogram,” terangnya.

Ditanya Serda Tolani terkait akses TMMD yang sedang dibangun di desa tetangganya (Jatiroyom) yang akan segera terkoneksi ke desanya, mewakili warga lainnya Mujahidin menyatakan terima kasih kepada Pemerintah dan TNI karena jalan baru selebar 2,5 meter yang di Makadam (805 meter) dan di beton 919,5 meter dan dibangun Jembatan Limpas (20 x 3,5 meter) akan memangkas jarak tempuh menuju ke Pasar Kesesi di jalan Raya Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan yang dulunya 20,2 kilometer 50 menit memutar menjadi 6,1 kilometer 15 menit melewati Desa Jatiroyom.

“Sekali lagi terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan Kodim Pemalang, karena ke Pasar Krempyeng Desa Kebandungan Kecamatan Bodeh juga akan lebih singkat menjadi 4,7 kilometer 13 menit. Sebelumnya kami memutar melewati Desa Pasir, desa tetangga Jatiroyom sejauh 10,7 kilometer dalam waktu kurang lebih 48-50 menit,” imbuhnya mengapresiasi tempat pemasaran baru menantinya dekat. (Aan Pendim Pemalang).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.