Jabatan Sisa Sehari, Kades Mayangan Diduga Lelang Sewa TKD 17 Hektar

Jember- Rapat Kepala Desa Mayangan dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kantor Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, terkait dugaan pembahasan lelang sewa Tanah Kas Desa (TKD) warga menilai aneh dan janggal.Sabtu, (12/12).

Rapat tersebut terkesan dipaksakan, pasalnya dilaksanakan pada di akhir tahun (bulan Desember 2020) di saat masa jabatan Sulimah sebagai Kepala Desa habis kurang satu hari.

Menurut warga, pelaksanaan lelang sewa TKD Mayangan seharusnya dimulai pada awal tahun hingga bulan keempat prosesnya sudah harus rampung.Fakta ini pun kini menjadi bahan perbincangan hangat dan pertanyaan besar di tengah-tengah masyarakat Desa Mayangan.

Informasi yang dihimpun media ini, rapat itu membahas pelaksanaan proses lelang sewa TKD tahun 2021.Padahal saat rapat digelar pada Senin, 07-12-2020 , Kepala Desa Mayangan Sulimah terhitung hingga Selasa, 08-12-2020 masa jabatan sudah habis.

Sehingga wajar saja, jika kemudian masyarakat menilai rapat yang agendanya membahas soal persewaan TKD itu tidak transparan dan terkesan dipaksakan, karena dilakukan 1 hari menjelang habisnya masa jabatan kepala desa Mayangan.

Sejumlah anggota BPD mayangan membenarkan adanya rapat membahas lelang sewa TKD tahun 2021, namun saat dimintai keterangan terkesan berbelit-belit dan melempar tanggung jawab.

“Mas langsung saja menghubungi ketua BPD (Yudi) untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas.” Kata Anggota BPD Desa Mayangan, Sa’adah, melalui sambungan telepon.

Salah satu peserta rapat yang hadir mengatakan, jika Kepala Desa Sulimah bersama BPD telah sepakat menyewakan TKD Mayangan seluas 17 hektar selama 3 tahun terhitung mulai 2021 hingga 2023, dengan sistem pembayaran satu tahun sekali.

“Waktu itu Kepala Desa tidak ngomong harga berapa.Dan kesepakatan itu sudah dibuat Perdes juga, ” ungkapnya.

Secara pribadi dirinya menyayangkan keputusan mayoritas anggota BPD yang menyetujui jika TKD akan disewakan oleh kepala Desa, sedangkan jabatan Kepala Desa sisa satu hari.

Padahal, lanjut Dia, ada Perdes yang menyebutkan, sewa menyewa TKD dimulai bulan Januari. Nyatanya bulan Desember sudah disewakan oleh kepala desa.

“Enaknya ketika yang menyewa datang, BPD hadir uangnya dikasih itu lebih enak lagi.Kalau di Mayangan sendiri tidak seperti itu, ” harap Dia.

Sementara Ketua BPD Mayangan Yudi dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, nomor handphone yang bersangkutan diketahui tidak aktif. (Tahrir)

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.