IPM Dan IPG Papua Barat Termasuk Terendah Di Indonesia

NusantaraTerkini.Com, Papua Barat –Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengatakan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Papua Barat termasuk dalam 3 daerah terendah se-Indonesia.

“Faktanya, di tanah Papua kaum perempuannya masih minim terlibat dalam pembangunan, masih dinomorduakan.
Padahal kebijakan pendukung sudah ada, salah satunya adalah pemberian kuota 30% bagi perempuan dalam ranah politik.

Tinggal realisasinya perlu diupayakan bersama, termasuk oleh perguruan tinggi harus bisa mencetak perempuan-perempuan pemimpin bangsa,” ujar Menteri Yohana Yembise saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Papua, Manokwari, Provinsi Papua Barat Rabu (17/10).

Dikatakan, jumlah pemuda usia 15-35 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 78 juta jiwa atau sekitar 38 persen dari total penduduk.

jika pembangunan manusia dimaksimalkan, jumlah tersebut akan berpotensi sebagai aset luar biasa bagi bangsa Indonesia.

“Namun, tak boleh ada satu orang pun yang diabaikan hak-haknya dalam pembangunan, termasuk perempuan,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan salah satu peserta kuliah umum, Menteri Yohana mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Manokwari untuk saling bekerjasama antar lembaga dan perguruan tinggi dalam membantu menuntaskan masalah perempuan dan anak.

“Bisa melakukan penelitian untuk memetakan kondisi perempuan dan anak di Papua Barat, yang datanya memang belum lengkap hingga saat ini,” jelasnya.

Selain menyampaikan beberapa isu terkini terkait perempuan dan anak, Menteri Yohana di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Papua, Manokwari juga mendorong adanya regenerasi-regenerasi perempuan yang bisa menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan seperti dirinya. (AFN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.