Investasi Tambak Udang Puluhan Miliar Sang Putra Daerah Tak Berjalan Mulus di Tanah Kelahiran

Nusantaraterkini.com (Lumajang) – Niatan Komisaris PT Lautan Udang Indonesia Sejahtera (LUIS), Harsono melakukan investasi dan membangun perekonomian Kabupaten Lumajang sebagai tempat kelahirannya dengan membuka usaha tambak udang tidak berjalan mulus. Padahal sebelumnya, Harsono sudah membuka banyak usaha di Kabupaten Lumajang sejak tahun 1996. Direktur PT LUIS, Mariono, Selasa (2/3/2021) menceritakan getirnya investasi tambak udang di Kabupaten Lumajang, tepatnya di Desa Selok Awar-Awar dan Desa Selok Anyar dengan total luas lahan mencapai 27,8 hektar. 

Mariono mengatakan PT LUIS mulai melakukan investasi di Kabupaten Lumajang sejak tahun 2016 dan sampai saat ini dana yang digelontorkan sudah mencapai Rp 20 miliar. Ia memastikan dana investasi masih akan terus bertambah, karena memerlukan biaya besar untuk pengurukan dan meninggikan lahan tambak udang, dimana dulunya bekas galian tambang pasir yang ditinggalkan begitu saja meninggalkan lubang-lubang cukup besar dan dalam. PT LUIS kata Mariono memiliki target dapat operasional pada akhir tahun 2021 atau awal tahun 2022.

Mariono menyayangkan investasi di Lumajang tidak semudah melakukan investasi di daerah lain, terutama berkaitan perizinan tambak udang yang hingga sekarang ini belum dapat diterima atau diterbitkan. Sedangkan maksud dan tujuan PT LUIS melakukan investasi di Lumajang menurut Mariono adalah dapat membuka lapangan pekerjaan bagi seluruh lapisan masyarakat baik formal maupun informal.

“PT LUIS juga merasakan adanya gangguan-gangguan keamanan, dimana ada sekelompok orang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan pengerusakan dan pembongkaran lokasi lahan tambak milik PT LUIS untuk kepentingan dan maksud tertentu,” ungkapnya.

Dia menerangkan dana investasi Rp 20 miliar yang dikucurkan PT LUIS diantaranya digunakan untuk melakukan pengurukan, meninggikan lahan tambak udang yang lahannya rendah juga berlubang, sehingga dulunya sampai tidak bisa dilewati sekalipun oleh sepeda motor. Kemudian untuk pembayaran gaji karyawan, sewa mesin alat berat, membuat dan melebarkan jalan masuk dari mulai depan Jalan Lintas Selatan (JLS) hingga melewati daerah pemukiman warga sekitar, membuat jembatan sehinga bisa dilalui kendaraan bermotor roda empat, membayar kompensasi lahan kepada para penggarap, dan sewa truk mengangkut tanah gumuk untuk meninggikan lahan tambak.

Disinggung proses perizinan PT LUIS, Mariono menjawab perizinan yang belum diterima, yaitu Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang. Mariono mengaku permohonan perizinan UKL-UPL telah diajukan PT LUIS sejak tahun lalu dan ditindaklanjuti dengan mengundang pihaknya melakukan presentasi di kantor DLH Kabupaten Lumajang tanggal 4 September 2020.

Ditanya pendapat dan analisa soal mengapa izin UKL-UPL belum diterbitkan DLH Kabupaten Lumajang, Mariono menyatakan belum mendapat jawaban secara tertulis dari DLH, sehingga PT LUIS tidak dapat berasumsi. Ia menginginkan perizinan UKL-UPL dapat segera diterbitkan, mengingat pengajuan tersebut sudah terlampau lama dan usaha tambak udang ini adalah merupakan usaha yang sangat didukung Pemerintah. Mariono menambahkan PT LUIS mengharapkan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah Kabupaten Lumajang, sehingga dapat memberikan harapan yang baik bagi para investor lainnnya untuk tidak akan ragu menanamkan investasi di Kabupaten Lumajang.

“Sehingga upaya PT LUIS untuk dapat membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pungutan pajak dapat terealisasi,” pungkasnya.

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati saat diminta tanggapan, Selasa (2/3/2021), mengenai investasi tambak udang PT LUIS tidak bersedia berkomentar dan menyarankan Nusantaraterkini.com konfirmasi langsung pada Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. Sayangnya, awak media ini tidak bisa konfirmasi kepada pejabat nomer satu di Kabupaten Lumajang tersebut. Pasalnya, Cak Thoriq, begitu panggilan populernya, memblokir nomor ponsel selular dan WhatsApp milik wartawan media ini.

Kepala DLH Kabupaten Lumajang, Yuli Haris, Rabu (03/03/2021) menjelaskan semua persyaratan PT LUIS sudah lengkap, hanya tinggal surat kesepakatan bersama dengan masyarakat Desa Selok Anyar melalui Kepala Desa Selok Anyar. Yuli, begitu sapaan akrabnya, menyatakan surat kesepakatan bersama itu merupakan salah satu syarat terbitnya UKL-UPL dimana masyarakat Desa Selok Anyar menurut Kades Selok Anyar meminta akses jalan kepada PT LUIS, tetapi pihak PT LUIS belum menyetujui dan sudah mengirimkan surat keberatan. Ia menerangkan saran dan masukan masyarakat selain sebagai syarat dikeluarkannya izin UKL-UPL, juga bermaksud menghindari terjadinya konflik antara PT LUIS dengan masyarakat sekitar.

Mengenai lamanya proses perizinan seperti dikeluhkan PT LUIS, Yuli berdalih pihak yang diberi kuasa PT LUIS mengurus perizinan bernama Agus Sulistyo ternyata telah mengundurkan diri dari PT LUIS, sehingga pihak DLH Kabupaten Lumajang tidak mengetahui kemana harus menghubungi pihak PT LUIS yang diberi kuasa baru untuk mengurus perizinan. Yuli menegaskan DLH Kabupaten Lumajang tidak menghambat perizinan PT LUIS dan bekerja sesuai prosedur atau aturan yang berlaku. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.