Ini Kata BKSDA Terkait Rusaknya Bunga Rafflesia di Kemumu

NusantaraTerkini.Com, Bengkulu – Terkait rusaknya bongkol Bunga Rafflesia jenis Gedutensis di wilayah hutan boven Lais Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Selasa (29/5/18) kemarin, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menduga ada kelompok masyarakat ataupun perorangan yang tidak senang terhadap aktifitas Kelompok Peduli Puspa Langka (KPPL) yang menjaga habitat di wilayah tersebut, sehingga merusak bunga Rafflesia.

“Yang jelas di Kemumu itu ada kelompok puspa langka yang menjaga bunga rafflesia supaya aman habitatnya. Terkait kerusakan itu, mungkin ada pihak-pihak lain yang tidak senang dengan kelompok aktifitas yang menjaga bunga rafflesia itu, istilahnya KPPL,” ujar Said Jauhari, Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Muda (PEH), Rabu (30/5/18).

Hal seperti ini, sambung Said, kerap terjadi sejak tahun 2011, terlebih di wilayah Kemumu. Untuk itu, dirinya menginginkan Penegak Hukum Lingkungan Hidup dan pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus-kasus ini dan menindak tegas pelaku pengrusakan bunga langka tersebut.

Baca Juga: Tega, Bunga Rafflesia Di Kemumu Sengaja Dirusak

Selain itu, dirinya juga berharap kepada masyarakat untuk menjaga flora identik dari Provinsi Bengkulu tersebut dan menyadari perbuatan yang telah dilakukan ini sangat merugikan ekosistem lingkungan.

“Harapan saya semoga masyarakat sadar akan perbuatan seperti itu, seharusnya menjaga flora identik Bengkulu dan itu juga flora langka jadi benar benar harus dijaga dan tidak terjadi hal seperti ini kedepannya. Saya juga berharap kepada pihak kepolisian untuk benar- benar diselidiki kasus seperti ini agar segera ditemukan pelaku yang harus bertanggung jawab,” sambungya.

Lebih jauh dia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang, pelaku akan terancam hukuman pidana selama 5 tahun penjara.

“Rafflesia itu termasuk flora yang dilindungi jadi berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan PP nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dalam lampirannya termasuk ke dalam flora yang dilindungi,” jelasnya. (Nindri)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.