Ini Jawaban Dinkes Asahan Terkait Penyebab Puluhan Warga Desa Lubuk Palas Keracunan

Loading...

ASAHAN – Penyebab pasti kasus puluhan warga Dusun III, Dusun IV dan Dusun V, Desa Lubuk Palas, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan yang mengalami mual dan pusing masih belum dapat disimpulkan. Baik dinas kesehatan maupun aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Asahan telah mendatangi Desa Lubuk Palas, mengambil sampel sumber air yang sehari-hari dikonsumsi warga setempat. Tindakan itu bertujuan untuk melakukan penyelidikan epidemiologis terhadap suatu kejadian yang dinilai perlu penanganan cepat.

“Karena kami punya SOP khusus soal penanganan suatu kejadian, jadi kami datang ke sana. Kami mengambil sampel air dari sumber air yang biasa dipakai masyarakat di sana,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Asahan, Aris Yudhariansyah, Senin (09/12).

Menurut Aris, sampel air itu selanjutkan dibawa ke laboratorium di Dinas Lingkungan Hidup Asahan. Tujuannya untuk mencari tahu kandungan air yang berasal dari sumur bor itu.

Terlebih sumber air masyarakat Desa Lubuk Palas yang berupa sumur bor dalam kurun empat bulan terakhir selalu tergenangi air dan kemungkinan besar tak layak untuk dikonsumsi.

“Hasil dari lab akan keluar tiga hari lagi. Dan akan diketahui kandungan air di sana. Karena gejala keracunan makanan banyak penyebabnya, bisa karena virus, bisa bakteri dan bisa juga akibat kuman-kuman lainnya,” sebut Aris.

Dijelaskan Aris, penyebab keracunan pada tubuh manusia memiliki gejala khusus. Apabila disebabkan virus gejalanya akan muncul kurang dari 1 x 24 jam. Sedangkan, bila diakibatkan karena bakteri gejalanya akan mulai terasa lebih dari 24 jam setelahnya.

“Kalau melihat kasus di Lubuk Palas. Setelah mereka makan hari Jumat malam, kemungkinan kalau tak virus ya atau bakteri,” ujarnya.

Sementara itu, terkait sampel makanan, Aris menilai sudah tidak efektif. Sebab, masyarakat yang mengalami mual dan pusing mengkonsumsi makanan yang disajikan pada Jumat (6/12/2019) malam.

“Sampel makanan tidak lagi, karena sudah diambil polisi. Kalau pun dapat kami pada hari Sabtu, itu sudah tidak bisa dipercaya lagi, karena makanannya pasti sudah berjamur. Pasti sudah terkontaminasi, yang pasti berjamur, sudah tidak akurat. Kecuali sampel makanan itu dibawa dari tempat yang terbebas dari virus dan bakteri, intervensi dari luar,” jelasnya.

Data terhimpun, 44 orang yang telah menjalani perawatan di Puskesmas Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman. Sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Abdul Manan Simatupang, Kisaran ada 15 warga Desa Lubuk Palas yang diduga keracunan.

Sebagian sudab kembali dan sebagian menjalani rawat jalan di posko yang didirikan kadus di sebuah SD di sana dengan bantuan tenaga medis.

Sebelumnya, petugas Polsek Air Joman sudah mengambil sampel sisa makanan yang disajikan tuan rumah untuk dikonsumsi para warga yang diundang.

“Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Makanan hari Senin mau di cek ke laboratorium, Labfor Medan. Nanti kalau hasilnya sudah keluar akan kami sampaikan,” ucap Kapolsek Air Joman, Iptu HW Siahaan. (RD-A)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.