Terbit : 18 Juli, 2019 - Jam : 06:59

Ingin Beternak Kambing Tak Ada Lahan Maupun Waktu Untuk Mengurusnya, KMMK Hadir Memberikan Solusi

Loading...

Tapanuli Selatan – Salah satu bisnis dalam meraup pundi-pundi uang, di tengah zaman serba canggih ini yang tidak akan tergerus perubahan zaman, salah satunya yaitu budidaya kambing. Nilai harga jual dari kambing juga tak pernah turun, paling tidak, stabil. Untuk kekhawatiran terserang penyakit, sangat kecil kemungkinan.

Jika ingin beternak kambing yang harus diperhatikan pertama adalah kandang. Inilah salah satu persoalan pertama bagi yang berkeinginan dalam beternak. Apalagi bila berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk. Kini untuk masyarakat Tapanuli Selatan maupun Padangsidimpuan jangan khawatir persoalan tersebut, apalagi bila seseorang itu, tidak maksimal waktunya dalam mengurus ternaknya.

Kini telah hadir Kelompok Muda Mandiri dan Kreatif (KMMK) Tapanuli-Selatan memberikan solusi tersebut,

dengan komitmen bagi hasil antara penitip dan pengelola dan sebagian hasilnya juga akan diberikan kepada anak yatim, fakir miskin juga rumah ibadah.  Kambing yang dititipkan mereka akan rawat hingga memasarkannya. 

“Sistem bagi hasilnya, lima puluh persen untuk pengelola, empat puluh persen untuk investor. Sepuluh persennya lagi diinfaqkan kepada anak yatim, fakir miskin dan rumah ibadah. Surat perjanjiannya pun kita buat”terang Direktur KMMK Irham Pasaribu, kepada nusantaraterkini.com, Kamis (18/7).

Diungkapkan Irham, untuk tahap pertama penitipan kambing ini, KMMK telah memulai dengan kandang pertama yang berlokasi di Lingkungan III, Gunung Manaon, Kelurahan Pasar Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 12 ekor kambing. Dengan rincian,  10 ekor kambing wakaf dan 2 ekor kambing titipan. Kambing yang dikembangkan jenis domba waringin, ersip gembel dan garut.

“Rencananya untuk tahun ini kita targetkan dua puluh kandang.” Katanya.

Irham mengatakan, selain kambing titipan mereka juga menerima wakaf dalam bentuk kambing. Nantinya dari hasil wakaf kambing ini, mereka akan merawat dengan baik. Kemudian kambing yang diwakafkan itu bila dijual, dari hasilnya tujuh puluh persen  pengelola, tiga puluh persen untuk infaq kepada anak yatim, fakir miskin dan rumah ibadah.

“Bagi siapa saya yang ingin menitipkan atau mewakafkan kambing, Insya Allah amanah itu akan kita jaga dan rawat dengan baik,” ujarnya.

Ditambahkan Irham, bagi siapa saja yang berminat jangan  khawatir, karena mereka dari KMMK telah melaksanakan pelatihan peternakan kambing pada bulan Februari yang lalu.

Ia mengatakan, peternakan kambing yang mereka buat, bertujuan untuk mendorong jiwa berwirausaha dan terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya bagi Naposo Nauli Bulung (Anak muda) Tapsel-Padangsidimpuan.

“Modal pembuatan kandangnya murni dari organisasi kita.” Tuturnya. (Idham Siregar)

Loading...
Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.