Improvisasi Mendorong Material TPT di Medan Sulit Parunggalih Pemalang

Pemalang – Langsir estafet merupakan pemandangan klasik di semua lokasi TMMD, terlebih sasarannya pegunungan atau perbukitan yang sulit dijangkau armada pengangkut. Seperti halnya di pembangunan TPT (Talud Penahan Tanah) TMMD Reguler 104 Kodim 0711 Pemalang dengan total panjang 164 meter.

Terlihat TR-4 (Traktor Roda Empat) dari Kodim digunakan sebagai terobosan atau improvisasi dalam langsir material jarak jauh. Traktor meneruskan kembali pengangkutan dump truk yang tidak sampai ke pembangunan baik talud tersebut maupun Jembatan Limpas (20 x 3,5 meter) diatas Kali Bacin area Bukit Maribaya (perbatasan antara Desa Jatiroyom-Parunggalih), perak 104 lahan Perhutani RPH Kaliwadas KPH Pemalang.

Dibenarkan Perwira Seksi Logistik (Pasilog) Kodim 0711 Pemalang, Kapten Infanteri Siswanto bahwa, tidak selamanya distribusi material talud dan Jembatan Limpas berjalan lancar, medan pegunungan yang sulit dijangkau adalah alasan utama.

“Di sasaran talud dan Jembatan Limpas, satu-satunya armada yang mampu masuk adalah Traktor Roda Empat yang dimodifikasi untuk menarik gerobak. Selanjutnya ya langsir manual manusia,” ucapnya Minggu (10/3/2019).

Kerjasama antara mesin dan manusia merupakan kunci ketersediaan bahan bagi para tukang bangunan dari masyarakat dan TNI aman. Progres di hari ke-13 pembangunan talud 1 dan 2 yang masing-masing sepanjang 67 meter lebar 30 centimeter dan ketinggian 1,5 meter adalah 55 %, sedangkan untuk talud 3 (30 m x 30 cm x tinggi 1,5 m) masih menunggu talud 1 dan 2 rampung. Sedangkan Jembatan Limpas 80 %. (Aan Pendim Pemalang).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.