HUT ke 28 DPRD Tekankan, Pemkot Tangerang Hilangkan Program Tidak Produktif

Tangerang, Nusantaraterkini.com – “Tangerang kini sudah menginjak usia remaja, yakni 28 tahun. Sudah tidak perlu lagi bersolek, untuk itu ditekankan dan ini, Rekomondasi DPRD kepada pihak Pemkot agar meninggalkan program rutin, kurang berfaedah, dan tentu harus difokuskan pada program yang lebih bermaslahat,” tutur, Turidi Susanto Wakil Ketua DPRD kota Tangerang, Selasa (2/3)

“Kota Tangerang harus mempunyai terobosan-terobosan yang berbeda. Usia remaja ini, harus memiliki, program yang menyentuh apalagi dimasa pandemi ini,”kata Turidi Kader Partai Gerakan Indonesia Raya.(Gerindra)

Dikatakan Turidi, Seusai Paripurna HUT Kota Tangerang Ke-28.Kita Usulkan secara langsung,Hilangkan acara-acara seremonial, hilangkan program-program tidak produktif

“Segera mengurangi,mengefesiensi program-program rutin, ATK dan lainnya, Hal itu, “Saya sampaikan langsung pada Paripurna HUT Kota
Ke – 28 dihadapan semua undangan khusus nya pihak Pemkot,”ucapnya.

Sekarang harus lebih dewasa, tinggalkan bersoleknya karena sekarang zaman digital. Fokuslah Program ekonomi masyarakat Kota Tangerang bertumbuh kembang,” ujar Wakil Ketua DPRD itu.

Menurut Turidi,Pemkot sudah harus membenahi semuanya, karena pemerintah kota bukan sebagai polesan tapi sebagai penyelesaian persoalan di masyarakat.

Peringatan HUT kota Tangerang yang ke-28 tahun 2021 dibutuhkan adanya terobosan, sejatinya dapat dirasakan langsung masyarakat, seperti Peningkatan pelatihan kerja di kelurahan, meningakatkan Job Fair online disetiap Kecamatan, pointnya berkaitan hal, yang bagus untuk ditingkatkan pelaksanaanya.

“Pemerintah harus meningkatkan program latihan kerja untuk warga Tangerang dan Job Fair Online di setiap kecamatan secara masive,” diakuai hal itu disampaikan Turidi berkaitan HUT Ke- 28 Tangerang.

Ketika disinggung tentang Banjir, Turidi juga menjelaskan, Persoalan banjir yang melanda di lingkungan Kota Tangerang, Pemkot harusnya berani melakukan idea terobosan, dalam penanggulangan banjir.

“Pemerintah Kota Tangerang harus melakukan terobosan yang berani dan sporadis.karena langganan wilayah -wilayah yang terkena banjir ini, jujur aja itu sebenarnya ruang terbuka hijau,”paparnya.

Ia menjelaskan, banyak area – area dulunya bekas resapan air, danau, bahkan persawahan kini berubah menjadi perumahan.

“Pemkot, harus punya keberanian memberikan sebuah tawaran solusi kepada masyarakat, supaya bisa dipindahkan dan kemudian menjadi ruang terbuka hijau,”tukasnya.

Momentum refleksi Kota Tangerang berani melakukan pembebasan lahan untuk penanganan banjir. “Embung-embung dimaksimalkan,” cetus Turidi.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang tidak boleh gagal dalam menangani persoalan banjir agar menjadi kota layak huni ini.

“Belum gagal, sebenarnya yang dilakukan agak sulit.Secara logika siapapun pemimpinya selama tidak punya tindakan sporadis, menurut saya akan gagal,”sambung nya.

“Harus ada program sporadis dan berani melakukan terobosan. Misalnya appresial, tempat ini tidak layak untuk menjadi tempat hunian. Pemerintah dengan masyarakat bernegosiasi berkomunikasi secara intens,”tandasnya.

Sebelumnya Minggu (28/2) pada Paripurna HUT Ke -28, Ketua DPRD Gatot Wibowo, berharap di usia Ke-28 Kota Tangerang menjadi kota yang betul-betul kota layak huni.

“Selamat ulang tahun untuk Kota Tangerang. Semoga di usia yang Ke-28 tahun Kota Tangerang semakin lebih baik dan menjadi kota yang betul-betul kota yang layak huni,”Ucap Bowo

Gatot Wibowo Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang juga mengajak semua kalangan untuk bekerjasama membangun Kota Tangerang

“Mari bersama kita bangkit, bangun Kota Tangerang yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan. Tangerang Ayo, Merdeka.”tutupnya

Kota Tangerang (Selasa 2/3/2021)
Biro Tangerang Raya : Rohman

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.