Hiu Tutul Berbobot Satu Ton Terdampar, Nelayan Ramai-ramai Cincang Dagingnya Untuk Dikonsumsi

Jember – Ikan Hiu Tutul langka berukuran besar, bobot 1 ton lebih, panjang sekitar 6 meter, ditemukan terdampar dan tersangkut jaring nelayan pada Minggu pagi (5/7) di pinggiran pantai Dusun Jeni Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, tepatnya di sebelah barat pantai wisata Tanjungsari.

Usai dievakuasi nelayan di darat, satwa langka dan dilindungi ini pun dicincang beramai-ramai oleh nelayan untuk dikonsumsi dagingnya tanpa ada kekhawatiran sedikitpun, jika daging hiu ini tidak menutup kemungkinan mengandung racun sehingga berbahaya bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi oleh manusia.

Tidak hanya itu saja, rupanya nelayan juga tidak melaporkan kepada pihak terkait maupun petugas atas penemuan Hiu Tutul, sehingga dilokasi tidak tampak adanya petugas maupun aparat saat nelayan sibuk mencincang daging Hiu Tutul.

Imam Muklas, salah satu anggota BPD Desa Kepanjen mengatakan, Hiu Tutul atau masyarakat setempat menyebutnya Mungsing Tahu, sebelum masuk jaring nelayan sebenarnya kondisinya masih hidup, namun usai tersangkut dan dievakuasi ke daratan dalam keadaan sudah mati.

“Menurut nelayan mulai tadi malam, nyangkut di jaring nelayan yang sedang melaut mencari ikan. Namun baru diangkat tadi pagi, ” ujar Muklas.

Sebenarnya, sambung Muklas, Hiu Tutul ini tersangkut jaring nelayan diketahui sejak malam tadi, karena ukuran yang terlalu besar sehingga nelayan membutuhkan banyak orang untuk mengangkat sampai ke darat.

Memang ikan itu terlihat oleh nelayan muncul ke permukaan sejak sore kemarin dan berkeliaran hingga ke pinggir sekitar ombak pantai.

“Akhirnya nyangkut di jaring tadi malam karena posisi jaring nelayan di pinggir,” lanjut Dia.

Muklas menuturkan, bisa jadi karena kekurangtahuan warga nelayan, terkait ikan Hiu Tutul dilindungi sehingga temuan ini tidak dilaporkan ke pihak aparat.

“Mereka tidak tahu dilindungi atau tidak yang langsung dimanfaatkan begitu saja, bahkan sekarang sama warga di potong-potong untuk diambil dagingnya untuk di konsumsi, ” kata Muklas.

Sementara Petugas Teknis Perikanan Kecamatan Gumukmas Imam Syafi’i, dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku kaget, sebab dirinya merasa tidak mendapatkan laporan terkait penemuan ikan Hiu Tutul di Pantai Tanjungsari pada pagi ini.

Terlebih lagi, kata Dia, dikabarkan ikan tersebut ditemukan mati tidak kubur, justru malah dicincang untuk di konsumsi dagingnya.

“Terlepas ikan itu kena jaring atau terdampar, itu tidak boleh dikonsumsi. Dikhawatirkan ikan itu terjangkit penyakit sehingga menular, ” kata Imam.

Dia menengarai penyebab Hiu Tutul muncul hingga ke pinggir pantai, sebenarnya ikan sifatnya bergerombol, mungkin karena mengejar makanan sampai ke pinggir pantai.

“Atau mungkin karena terjangkit penyakit, sehingga Ikan itu ke pinggir, ” terangnya.

Bisa jadi kalau kena jaring berarti ikan itu kondisi sehat, namun terlepas sehat atau sakit, tidak boleh dikonsumsi karena ikan hiu tutul memang dilindungi.

Kata Imam, kedepan kalau ada ikan seperti itu terlepas kena jaring atau sakit sehingga terdampar dipinggir, kalau sudah mati harus cepat dikubur, bekerjasama dengan pengawas dan pokmas.

“Perkiraan kami ikan itu sudah terjangkit penyakit, karena jika ikan kena hempasan ombak akan melawan, jika dikonsumsi bisa berbahaya, ” tegasnya.

Imam berharap, seandainya nanti terjadi peristiwa seperti ini, diusahakan kalau memang sudah mati cepat dikubur, jika masih sehat dilepas lagi.

“Karena Hiu Tutul hewan dilindungi, ” Imbuh Imam.Kabar penemuan Hiu Tutul ini dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga ditengah-tengah masyarakat.Tak ayal, warga disekitar pantai pun penasaran, mereka berbondong-bondong mendatangi TKP untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut.(tahrir)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.