Hingga Mei 2018, Peredaran Uang Palsu di Papua Menurun

NusantaraTerkini.Com, Jayapura – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Joko Supratikto mengungkapkan, hingga Mei tahun 2018 tak ada lonjakan temuan uang palsu di Papua.

“Sejak Januari hingga Mei 2018 hanya 35 lembar uang palsu yang ditemukan. Dimana terdiri dari 33 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dan 2 lembar Rp 50 ribu. Artinya ini menurun kalau dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai hingga 90 lembar,”  ujar Joko Supratikto, Senin (28/5/18) malam.

Kata Joko, 35 lembar uang palsu itu, tak hanya ditemui oleh bank, melainkan ada juga ditemukan masyarakat yang kemudian melapor ke pihak kepolisian.

“Tahun ini belum ada hasil yang mengatakan kalau uang itu (uang palsu) berasal dari Papua. Kalau tahun lalu, iya dicetak dan disebarkan di Papua,” ujarnya.

Selain itu, menyoal kualitas uang palsu yang tersebar di Papua, pihaknya memastikan uang palsu tersebut berkualitas sangat biasa, “artinya dapat langsung dikenali masyarakat,” jelas Joko Supratikto lagi.

Tak hanya berkualitas biasa, uang palsu yang didapatkan juga saat ini menggunakan model mutilasi dengan cara menggandakan uang pecahan Rp 100 ribu.

Sementara mengenai peredaran uang lusuh di Papua, per tahunnya BI dapat memusnahkan hingga Rp 1,5 Triliun yang didapatkan dari kas keliling di beberapa wilayah di Papua.

“Masyarakat kami himbau juga untuk menukar uang baik uang lusuh atau lainnya dilakukan pada tempat-tempat, bank-bank yang ada tanpa harus melalui perantara. Kenapa, karena ada potensi resiko seperti tidak ada jaminan ketetapan jumlah yang ditukar, kemungkinan adanya uang palsu dan pungutan biaya,” katanya lagi.

Sementara itu, mengantisipasi lonjakan transaksi non tunai saat Ramadhan dan Idul Fitri, saat ini BI telah melakukan persiapan disisi infrastruktur dan layanan sistem pembayaran. (fn)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.