Proses hibah tersebut membutuhkan persetujuan DPRD Provinsi Bengkulu dan UINFAS Bengkulu harus memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan yang berlaku, demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu, Dr. H. Haryadi.Menyedihkan, Gedung STQ Semakin Terbengkalai

Haryadi menjelaskan bahwa dalam proses penyerahan gedung eks STQ, sebagian aset sudah diserahkan, namun sekitar tiga gedung eks STQ lagi yang belum diserahkan karena penyerahannya membutuhkan persetujuan DPRD.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH mengungkapkan bahwa sebelumnya usulan hibah gedung eks STQ kepada UINFAS Bengkulu pernah ditolak karena dikhawatirkan gedung tersebut menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Usin menambahkan bahwa setelah dilakukan pembenahan dan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan, usulan hibah gedung eks STQ akhirnya disetujui oleh pihak DPRD. Usin berharap bahwa proses hibah ini dapat segera diselesaikan demi kemajuan pendidikan dan dakwah Islam di Bengkulu.