Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Hate Speech dan Saber Pungli Dijelaskan di Non Fisik TMMD Pemalang

Pemalang – Kepolisian Resor Pemalang juga terlibat dalam kegiatan Non Fisik TMMD Reguler 104 Pemalang dengan memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Parunggalih Kecamatan Bodeh tentang hate speech atau ujaran kebencian serta tindak pidana pungutan liar. Selasa (12/3/2019).

Sebagai pendahuluan, Iptu Slamet Wahyudi, Wakasat Reskrim yang bertindak sebagai pemateri mengupas tentang hate speech yang merupakan tindakan yang sering dilakukan oleh sebagian kelompok dalam masyarakat guna memprovokasi kebencian dan tindakan kekerasan kepada kelompok lainnya.

Ujaran Kebencian dapat berupa tindak pidana (KUHP) antara lain penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan,  memprovokasi, menghasut, penyebaran berita bohong yang semuanya dengan tujuan jahat. Medianya melalui orasi kegiatan kampanye, pemasangan spanduk/banner, medsos, demonstrasi, ceramah keagamaan, media cetak maupun elektronik serta pamphlet.

“Hate speech terjadi dari latar belakang keinginan yang tidak terpenuhi atau perbedaan paham dengan kelompok lain. Secara terang-terangan menghujat kelompok/individu lain sehingga dapat menyebabkan tindak kejahatan (hate crime), dan parahnya memicu konflik sosial (SARA),” ucapnya yang kemudian disambung penjelasan ancaman hukuman bagi penyebarnya.

Sebelum memasuki Tanya jawab, Slamet Wahyudi menambahkan penjelasan tentang Peraturan Presiden RI Nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) serta kedudukannya di semua lini pemerintahan baik TNI dan Polri. Diharapkan dengan masyarakat mengetahuinya, kedepan akan lebih mudah melaporkannya kepada petugas jika terjadi praktek pungli di lapangan yang membuat masyarakat susah dalam mengurus sesuatu. (Aan Pendim Pemalang).

Rekomendasi
Comments
Loading...