Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Hasil Audit Dana Desa, 121 Desa Terindikasi Rawan Penyalahgunaan

Loading...

MAJALENGKA – Hasil audit tahun 2019, Inspektorat Kabupaten Majalengka indikasikan potensi rawan penyalahgunaan anggaran ada di 121 dari 330 desa yang tersebar di Kabupaten Majalengka.

Berdasarkan temuan indikasi tersebut, sebanyak 141 desa khusus bagi mereka kepala desa yang baru menjabat mengikuti gelar pengawasan pra pelaksanaan post audit Dana Desa TA 2019 di Aula Kokardan, Jalan Gerakan Koperasi, Kecamatan Majalengka, Kamis (16/01/2019).

Inspektur (kepala) Inspektorat Kabupaten Majalengka, Drs Edy Noor Sudjatmiko, M.Si menjelaskan bahwa desa yang menjadi rawan potensi tersebut rata rata adalah desa yang mendapatkan bantuan dana desa yang besar.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mereka khususnya bagi kepala desa yang baru menjabat dapat benar benar memahami beberapa aspek yang dinilai sebagai mekanisme, sesuai dengan aturan dan peruntukannya,” jelasnya.

Edy Noor menyebutkan, diagnosa atau pemeriksaan meliputi lima aspek yaitu aspek kelembagaan tentang merumuskan hingga memutuskan APBDes, Aspek fungsi kelembagaan di desa, aspek kepegawaian tentang bagaimana mekanisme pengangkatan perangkat desa dengan dasar kompetensinya.

“Nah, dua aspek terakhir ini tergolong seksi dan sangat sensitif yakni aspek keuangan dari mulai jadi APBDes hingga menjadi bentuk pertanggung jawaban yang disusun dalam laporan. Kemudian, aspek pengelolaan aset desa karena ada nilai keuangan juga disana,” ungkapnya.

Sementara itu, Atik sebagai Kepala Desa Dayeuhwangi yang berada di Kecamatan Lemahsugih sangat mengapresiasi dilaksanakan kegiatan ini. Menurutnya, sebagai dasar pengetahuan juga upaya cegah korupsi di Majalengka.

“Dengan posisi menjabat sebagai kepala desa yang baru juga non pengalaman di pemerintahan, sudah tentu kegiatan ini sangat membantu guna memberikan pencerahan juga wawasan agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (GW)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.