Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Hari Pertama Buka, Pasar Hewan Kencong Sepi Transaksi

Loading...

Jember, Jatim – Sejak Pemkab Jember menutup pasar hewan akibat penerapan physical distancing Covid-19 pada 2 bulan silam dan kini dibuka kembali oleh Pemkab Jember, pasar hewan patok Kencon di hari pertama buka terlihat sepi bila dibandingkan sebelum ada penutupan. Selain itu tidak tampak pula ada transaksi yang signifikan. Sabtu (16/5).

Menurut kepala pengelola pasar hewan Kencong Ernawati, Hal ini dimungkinkan karena awal pembukaan banyak para pedagang hewan maupun masyarakat belum banyak mengetahui perihal informasi tersebut.

“Di hari pertama belum ada keramaian yang signifikan, mungkin masih banyak para pedagang yang belum tahu pasar hewan dibuka kembali,” kata Erna.

Meski demikian, respon pedagang di pasar hewan yang buka tiap Sabtu dan Rabu ini, sangat antusias dan mereka sangat berterimakasih kepada pemkab jember, sehingga bisa memenuhi kebutuhan ekonomi di akhir puasa.

“Untuk sementara yang datang cukup dari lokal aja, karena anjuran dari pemerintah pedagang dari luar jember tidak boleh masuk,” jelasnya.

Dia menambahkan, beroperasinya kembali pasar hewan di tengah pandemi covid-19 yang belum mereda, bukan berarti para pedagang bebas dari aturan prokol covid-19covid-19.

“Selama pandemi pedagang harus tetap mengikuti anjuran pemerintah yaitu harus memakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan dan cuci tangan dengan air mengalir,” ujar Erna.

Lanjutnya, ternyata hari ini pedagang sangat mematuhi anjuran dari pemerintah karena mereka memang betul-betul menginginkan pasar ini dibuka kembali.

“Kita memang menghimbau betul kalau memang tidak menuruti himbauan ini kita larang masuk ke area pasar,” tegas Erna.

Seniman salah satu pedagang pasar hewan Kencong mengaku senang, sebab selama 2 bulan dirinya menganggur dan selama ini Dia sudah menghabiskan uang banyak untuk kebutuhan sehari-hari keluarga tanpa ada penghasilan sama sekali.

Dan kini Ia bisa jualan kembali walaupun hari pertama menjajakan sapi daganganya tidak laku, karena harganya belum stabil dan pembelinya juga masih sepi.

“Kalau sewaktu ditutup ya gak jualan, meskipun ada petani menawarkan sapi ya gak dilihat. Terus mau dijual kemana,” ujar Seniman.

Selama jualan di pasar hewan, anjuran pemerintah untuk memakai masker dan jaga jarak, dirinya mengaku siap mematuhi aturan tersebut asalkan pasar hewan tidak di tutup.

“Kalau memang anjuran pemerintah kita mengikuti prosedur covid kita ikuti saja yang penting pasar buka,” Pungkasnya.

Seperti diberitakan kemarin, sempat ditutup akibat penerapan physical distancing, Pemerintah Kabupaten Jember akan membuka kembali pasar hewan untuk mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 di masyarakat, utamanya peternak.Pembukaan yang dimulai jum’at kemarin diatur untuk memenuhi protokol Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember, Slamet Sugianto, SH, M.Si., menjelaskan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan pasar hewan agar bisa memenuhi protokol Covid-19.

Persiapan itu diantaranya mengatur jarak, baik pedagang maupun hewannya. Lokasi pasar diberi warna cat untuk pemisahan. Termasuk pengelompokan hewan. (tahrir)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.