Wartawan Nusantaraterkini Tertulis dalam box redaksi, Hati - Hati dengan Pihak yang mengatas Namakan Nusantaraterkini.com/Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Hari Ini PDAM Jayapura Pastikan Pelayan Air Kembali Normal

NusanataraTerkini.Com, Papua – Direktur Utama PDAM Jayapura Entis Sutisna memastikan pelayanan air PDAM di beberapa titik yang sempat padam akan kembali normal pada Kamis (10/1/2019) ini.

“beberapa waktu lalu sempat tak lancar pelayanan kami akibat curah hujan yang tinggi dan longsor, kami pastikan Kamis besok sudah normal kembali,” jelas Entis Sutisna, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/1) kemarin.

Sebelumnya dampak hujan deras beberapa hari lalu menyebabkan beberapa pipa PDAM patah sehingga pelayanan yang sebelumnya lancar terganggu sementara.

Kata Entis, perbaikan pipa utama di Kojabu tersebut memang baru tuntas malam Rabu 9/1/2019 kemarin.

“Yang terdampak itu di sebagian Kotaraja, Jayapura Selatan, Sebagian Hamadi, Polimak dan Tasangka hingga Pasir Dua. Dan saya pastikan jalur Kojabu Kamis (10/1) sudah normal,” ujarya.

Pipa patah juga disampaikannya terdapat di sumber air Entrop akibat pohon tumbang. Selain itu masukknya endapan lumpur akibat hutan yang gundul juga membuat air tak lancar.

“Ini juga sudah tuntas jalur ini melayani BPK, Cepos dan pelabuhan. Namun ada juga patah karena longsor di jalan samping Kantor Walikota Jayapura yang sudah kita sambung, Rabu ini (Kemarin, Red) sudah lancar,” jelasnya lagi.

Selain itu pipa patah juga terdeteksi di hutang daerah Angkasa dan penyumbatan material di daerah Ajen yang sudah dibersihkan.

“Material berupa batu, pasir dan batang pohon juga masuk di daerah intake di Kamwolker yang akibatkan penyumbatan di saringan kami dan tak lancarnya air PDAM di Perumnas 3, ini juga sudah kami perbaiki,” tambahnya.

Dengan adanya informasi BMKG bahwa curah hujan akan tinggi hingga Maret 2019, PDAM juga berjanji akan meningkatkan pengawasan optimal di semua pipa dan sumber air PDAM Jayapura.

“Kami saat ini juga mengoptimalkan pembersihan secara rutin baik di sumber air maupun di reserfoar,” jelasnya lagi.

Hal ini dilakukannya agar kerusakan yang ada dapat terdeteksi lebih dini. (Isal N)

Loading...

Ruangan komen telah ditutup.