Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Gugus tugas Covid-19 OKU Selatan Gelar Rapat Bersama Pihak Perusahaan 

Loading...

OKU Selatan – Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 menggelar rapat dengar pendapat bersama pihak perusahaan Bendungan tiga dihaji, dan pihak perusahaan perkebunanan Plasma ( Kelapa sawit), di Sekretariat gugus tugas, Senin ( 02/05/2020).

Rapat dipimpin langsung, Sekretaris daerah ( Setda) Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) Selatan, H.Romzi, didampingi Asisten 1 Jhoni Rafles, S.S.TP, kepala dinas Tranmigrasi dan Ketenaga kerjaan, Kepala dinas kesehatan dr.Meri Astuti, Sekretariat gugus tugas Dony Agusta, SKM.MM.Camat Tiga dihaji, Inada, dan Kepala desa Sukabumi kecamatan Tiga dihaji.

Adapun agenda rapat, membahas pencegahan dan penanganan dalam pemutusan mata rantai penyebaran Virus Corona di tengah masyarakat, terutama bagi para pekerja yang berdatangan dari luar ( Daerah pandemik), harus mematuhi protokol kesehatan yang telah di tetapkan gugus tugas.

Dalam laporanya, kepala desa sukami Amir hamzah menyampaikan, sebelumnya pihak desa telah melakukan pencegahan dalam pemutusan mata rantai di desa sukabumi, yang sebagai lokasi tempat dimana terlaksananya bendungan Tiga dihaji di laksanakan.

Diketahui sebelumnya, pihak pelaksanan pekerjaan Bendungan Tiga dihaji, dikerjakan dari beberapa perusahaan besar (BUMN), diantaranya PT. Waskita karya, PT. Nindya karya, PT. Wikon yang kesemuanya banyak memperkerjakan para pekerja dari luar daerah.

Bersama masyarakat, dan perangkat desa di bantu Tim medis (Bidan desa) telah mendirikan posko pencegahan Covid-19, dengan melakukan penjaringan terhadap siapa saja yang berdatangan memasuki wilayah desa Sukabumi, tak terkecuali para pekerja bendungan Tiga dihaji.

” Bagi semua pekerja proyek Bendungan Tiga dihaji, yang datang dari luar daerah ditekankan untuk memperlihatkan surat keterangan sehat, dan telah melalui pemeriksaan kesehatan, seperti adanya bukti telah menjalani karantina selama 14 hari di daerah dimana mereka tinggal, dan ada bukti negatif Covid-19, dari hasil rapid tes yang dikeluarkan gugus tugas, maupun tegana medis sesuai ajuran protokol kesehatan, ” Jelas Amir.

Selanjutnya, dr. Meri Astuti juga menekankan kepada pihak perusahaan yang mengerjakan Bendungan Tiga dihaji, agar mematuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah, seperti diwajibkan untuk mengkarantinakan para pekerjanya yang dari diliburan pasca hari raya, dan kembali bekerja lagi, maupun para perekrutan pekerja baru yang akan dikerjakan di Bendungan Tiga dihaji, kesemuanya nanti akan di lakukan sempel rapid tes.

” Dan kepada para pekerja, agar bisa melampirkan bukti kesehatan dari gugus tugas dan pihak kesehatan, yang menyatakan bahwa memang benar – benar sehat, dan bukti telah menjalani karantina selama 14 hari, maupun bukti dari sempel ravid tes yang telah diambil dengan hasil negatif Covid-19, untuk para pekerja dari perusahan masing – masing, ” ungkap Meri.

Perwakilan pihak perusahaan dari PT. Nindya karya, Agus sebagai kepala bagian personalia juga memberikan tanggapan terkait pencegahan dan penanganan, dalam rangka pemutusan mata rantai Virus Corona di Kabupaten OKU Selatan, dan akan menjalankan semua hasil keputusan bersama ini.

” Dan siap, akan menjalankan karantina kepada para pekerja yang baru berdatangan, juga bersedia untuk dilakukan pengambilan sempel ravid tes kepada para pekerja nantinya, ” tegasnya.

Kemudian Sekretaris daerah (Setda) Kabupaten OKU Selatan, H.Rimzi memutuskan hasil keputusan rapat bersama untuk mematuhi protokol kesehatan, diantaranya untuk mengkarantinakan para pekerja yang baru datang, dan akan melakukan sempel ravid tes kepada para pekerja.

” Diharapkan, kepada pihak perusahaan yang mengerjakan Bendungan Tiga dihaji, maupun pihak perusahaan perkebunan agar bisa mematuhi hasil keputusan rapat ini, demi kebaikan kita bersama, ” tutupnya.( Suardi)

Rekomendasi

1 Komen
  1. Anonymous berkata

    Terimakasih informasinya kaa

Ruangan komen telah ditutup.