Gubernur Kalbar Lepas Pendistribusian Vaksin Covid Ketiga Daerah

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji SH., M.Hum, Melepas Pendistribusian Vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bertempat  di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.pada  Rabu ( 13/1/2021)

Provinsi Kalimantan Barat sendiri menerima sebanyak 18.360 dosis vaksin. 15.880 dosis vaksin akan didistribusikan menuju tiga daerah di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Kota Pontianak  menerima 10.400 dosis, Kabupaten Kubu Raya 3.480 dosis dan Mempawah 2.000 dosis, sedangkan sisa  2.480 dosis akan disimpan di Dinkes .

“Untuk beberapa kabupaten atau kota di Pontianak, Februari nanti akan banyak lagi yang harus didistribusikan. Kita pastikan barang ini diterima dan disimpan di tempat yang benar.” Ujarnya

Gubernur berharap kepada Dinas Kesehatan atau Pemerintah Daerah yang sudah menerima, simpan dengan baik dan melaksanakan vaksinasi dengan teratur dan tertib. Jalankan itu, jangan mengambil kebijakan yang menimbulkan kontroversi.” harapnya

Vaksinasi awal nantinya akan dilaksanakan pada hari Jumat, satu hari setelah pusat. Satu orang harus divaksin sebanyak dua kali dengan jarak kira-kira 14 hari.

Gubernur Sutarmidji juga mengatakan,  vaksin ini bukanlah hak melainkan kewajiban karena rentan untuk menularkan virus tersebut ke orang lain, jadi tidak ada alasan untuk menolak untuk di vaksin.

“Harusnya semua orang itu mau divaksin, karena itu untuk membuat aktivitas dia lebih leluasa.”  ujarnya

Gubernur Sutarmidji sendiri sudah mendaftarkan diri untuk menjadi orang pertama yang divaksin, tetapi karena beliau sudah pernah terpapar sebelumnya maka beliau tidak bisa menjadi prioritas.

“ Sekitar 93% wilayah sudah ada pusat layanan untuk vaksinasi, dan mungkin per-hari ini sudah semuanya.” ungkapnya

Salah satu hal yang harus diperhatikan agar vaksinasi ini berjalan lancar dan efektif adalah tracing yang benar.(dinkes kalbar)

 

Rekomendasi
Loading...

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.