Terbit : 2 September, 2019 - Jam : 17:41

GMKI dan PMKRI Pematangsiantar Sayangkan Tindakan Represif Kepolisian saat Aksi Depan DPRD

Loading...

Pematangsiantar – Aliansi Mahasiswa kota Pematangsiantar yang tergabung dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Aspirasi Pembela Rakyat (Gampar), dan Komunitas Usi Berpikir (Kupikir) melakukan aksi turun ke jalan.

Aksi ini tepat dilakukan pada saat pelantikan anggota DPRD Kota Pematangsiantar (02/09/2019).

“Kami melakukan aksi ini dengan tujuan agar DPRD Kota Pematangsiantar 2019-2024 yang akan dilantik dapat lebih mengoptimalkan kinerja nya dan menjalankan tugas dan fungsi nya dengan baik,” ungkap May Luther Dewanto Sinaga selaku ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun.

“Akan tetapi, kami sangat menyayangkan tindakan Represif dari pihak kepolisian yang menurut kami sangat arogan dan tidak wajar. Awalnya kami sudah katakan bahwa kami akan melakukan aksi damai, dan hanya ingin menyampaikan apa yang menjadi aspirasi kami, dan nanti nya dapat diterima sebagai masukan demi kebaikan Kinerja DPRD Kota Pematangsiantar 2019-2024 kedepannya,” tambahnya.

“Kami juga kecewa dengan metode pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kota Pematangsiantar. Dari awal kami sudah memasukkan surat pemberitahuan aksi, yang seyogianya polisi harus turut ambil bagian dalam proses pengaman aksi dan bukan menghalangi aksi tersebut. Kami juga kecewa dengan pihak kepolisian yang menyebabkan beberapa diantara kami mengalami luka akibat arogansi yang diperlihatkan para pihak kepolisian kota Pematangsiantar,” ungkap Luther lagi.

Alboin Samosir selaku Ketua Presidium PMKRI cabang Pematangsiantar sangat menyayangkan sikap Heribertus Ompungsunggu yang mengatakan, aksi mahasiswa tidak beradab, ia menilai pernyataan gagap dan tidak tepat karena akar permasalahan lahirnya chaos bukan dari mahasiswa melainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab

“Kami sendiri yang ada ditempat menyaksikan sendiri bagaimana tindakan represif dilakukan secara terbuka oleh pihak kepolisian, lantas siapa yang tidak beradab?” tutupnya.

Dikabarkan ada 6 Mahasiswa yang di tahan polisi kota Pematangsiantar dan beberapa di Antara mengalami luka-luka akibat tindakan Represif pihak kepolisian. (Mhs)

Loading...
Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.