Gila ! Tak Bisa Bersama, Istri Polisi Dan Kekasih Gelapnya Tega Celakai Suami

NusantaraTerkini.Com, Papua – Kepolisian Resort Merauke berhasil menangkap pelaku penganiayaan terhadap Aiptu R salah satu anggota Polri yang berdinas di Polres Merauke.

Dari data kepolisian menyebutkan, pelaku dengan inisial B alias S  bersama istri korban berinisial SS  merupakan kekasih gelap dan bersekongkol hendak membunuh Aiptu R, yang tak lain adalah suami SS sendiri.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol  .A M Kamal mengatakan, percobaan pembunuhan itu terjadi di rumah korban sendiri. Saat itu korban dalam keadan tertidur pulas.

“Percobaan pembunuhan Aiptu R dilaksanakan pada malam Minggu 21 Oktober 2018 sekitar pukul 03.00 Wit di rumah korban yang bertempat di  Gang  Daud Jalan Parako Merauke, dimana  Pelaku S masuk ke rumah melalui pintu belakang yang sengaja tidak dikunci oleh pelaku SS (istri korbab sendiri,-Red) dan sudah disiapkan Palu seberat tiga kilogram.

Pelaku  kemudian mengambil palu yang sudah disiapkan lalu memukul korban yang sedang tertidur di ruang tamu sebanyak dua kali. Pertama pelaku memukul korban dibagian belakang kepala dengan palu, lalu pelaku memukul korban lagi dengan tangan sebanyak dua kali dibagian mata dan mulut,” ujar Kamal, Selasa (23/10) malam.

Korban yang dalam kedaan tidak berdaya kemudian diseret dan dibawah ke kamar mandi. Selanjutnya, istri korban menyuruh pelaku pergi.

Menerima laporan, polisi kemudian mengamankan pelaku, kemudian dibawa ke Polres Merauke untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa motif dalam kasus tersebut adalah kecemburuan dan sakit hati dimana pelaku S tidak bisa menikahi  istri korban.

Diketahui,  B alias S dan SS  menjalin hubungan asmara sejak 2009 dan dilanjutkan lagi pada  2016 hingga 2018. 

Karena takut hubungan terlarang ini diketahui  Aiptu R maka keduanya merencanakan percobaan pembunuhan tersebut.

Polisi juga menyita barang bukti palu Seberat 3 Kg, celana Korban dan Celana pelaku yang berlumuran darah, Kasur yang berlumuran darah, Bantal yang berlumuran darah dan Mobil Avansa PA 1407 digunakan pelaku menuju ke TKP saat melakukan penganiayaan. (AFN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.