Gerhana Bulan Total Terlama Akhir Juli Juga Dapat Disaksikan Warga Papua

NusantaraTerkini.Com, Papua – Seluruh wilayah Indonesia termasuk Papua bakal menyaksikan gerhana bulan total terlama yang diprediksi terjadi pada, Sabtu 28 Juli dini hari pukul 4.30 Wit.

Hal ini disampaikan Petrus Demon Sili selaku Kepala Balai BMKG Wilayah V Jayapura di kantornya, Rabu (25/7).

Petrus mengatakan dengan terjadi fenomena tersebut pihaknya juga akan melakukan pengamatan gerhana bulan total pada 28 Juli bertempat di Roof Top Hotel Frontone Jayapura.

“Ini salah satu tugas pokok BMKG dan fenomena ini nanti posisi bulan akan jauh dari bumi sehingga bulan akan nampak kecil yang puncaknya pada pukul 4.30 Wit dengan durasi 6 jam 13 menit (sejak awal gerhana hingga selesai),” jelas Petrus.

Kata dia, memang gerhana bulan ini durasinya cukup lama dan rencanannya pengamatan BMKG akan dilakukan sejak pukul 2. 00 Wit pada 28 Juli dini hari.

Gerhana bulan total terlama ini diprediksi akan nampak berwarna kebiruan.

“Berbeda dengan gerhana Blood Moon sebelumnya, nanti gerhana bulan total ini nampak berwarna biru (blue moon) karena dipengaruhi ion pada lapisan atmosfir,” ujarnya lagi.

Perbedaan gerhana bulan total kali ini pada saat di posisi full memang wilayah timur, termasuk Papua durasinya sedikit namun pada wilayah tengah Indonesia akan lebih lama.

Selain itu cuaca pada saat terjadi fenomena tersebut juga diprediksi sesuai analisa di Papua akan cerah berawan dengan intensitas hujan ringan yang terjadi pada malam hingga dini hari. (FNW)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.