Gelar MPLS, SMKN 1 Rejotangan Harapkan Bisa Bentuk Mental dan Karakter Siswa Lebih Matang

Nusantaraterkini.com|Tulungagung – SMKN 1 Rejotangan belum lama ini menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti para siswa-siswi baru Tahun ajaran 2022- 2023 selama 3 hari yakni mulai tanggal 18-20 juli 2022 berlokasi di lingkup sekolahan.

Sejumlah Rangkaian kegiatan diisi dengan materi ringan, sehingga mudah dijalani dan difahami siswa baru, yang mana ditujukan untuk siswa baru disekolah bisa beradaptasi, tidak merasa canggung, bingung dan minder dengan kondisi yang baru.

Kegiatan MPLS di SMKN 1 Rejotanganmerupakan program dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud) RI, yang harus diberikan kepada para siswa- siswi baru.

Dalam pelaksanaannya SMKN 1 Rejotangan bekerja sama dengan Puskesmas Banjarejo dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Tulungagung sebagai narasumber sosialisasi dengan mengusung tema, “Reproduksi Remaja dan Pencegahan Narkoba”.

Pasalnya, pergaulan bebas kalangan remaja di masa sekarang sudah cukup memprihatinkan serta peredaran narkoba yang membahayakan diperlukan sosialisasi pencegahan agar generasi muda tidak terjerumus dalam lembah hitam yang dapat merusak masa depan.

Menurut Kepala Sekolah SMKN 1 Rejotangan Drs. Masrur Hanafi, MM, mengatakan MPLS memang sangat diperlukan bagi murid baru guna cepat beradaptasi pada lingkungan dan kondisi baru, selain itu juga untuk mengenalkan dengan sarana dan prasarana (Sarpras), aspek keamanan dan fasilitas umum lainnya.

“Memperkenalkan murid dengan lingkungan sekolah yang baru, menggali potensi yang terdapat dalam diri siswa, membantu agar bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan tujuan lain yang tidak kalah penting diadakannya MPLS juga untuk membentuk karakter dan mental siswa lebih matang lagi.

“Untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat persaudaraan. Sarana perkenalan siswa dengan lingkungan baru di Sekolah, baik perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan sekolah,” jelas Hanafi.

“Intinya, anak mengenal lingkungan dengan utuh/ sepenuhnya. Sekaligus, mari kita ciptakan sekolah ramah anak, stop Bullying, anti kekerasan, serta menjauhkan dari intoleransi,” pungkasnya. (Gal)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.