Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Gas Melon Tak Terawasi, Harga Melambung Tinggi, Pemda Diam

Loading...

Banten – Adalah satu hal klasik membicarakan tentang hal ini, dari mulainya kelangkaan hingga keluhan masyarakan tentang harga tabung Gas subsidi tersebut. Seperti halnya yang terjadi di kota dan Kabupaten Provinsi Banten antara lain kota Serang dan Kabupaten Serang.

Hasil pantauan dari pewarta Nusantara terkini.com, ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh para pangkalan dari mulai menyalahi harga eceran tertinggi dalam hal penjualan hingga mengabaikan keselamatan dalam penyimpanan tabung Gas dengan tak adanya pemadam api dan kolam bak pemeriksa kebocoran. Padahal disetiap pangkalan tersebut tertulis persyaratan pertamina untuk menjadi pangkalan.

Salah satu contoh nyata di pangkalan Ahmad Hijwini yang berlokasi di pom bensin Kelurahan Penancangan Kecamatan Cipocok Kota Serang. Tempat ini menjual tabung subsidi tiga kg senilai Rp. 20 ribu rupiah. Seharusnya jika mengikuti harga het yang ditetapkan pemerintah daerah ialah Rp. 16 ribu rupiah .

Tidak hanya di tempat itu, ada juga pangkalan di Banten Lama Karanghantu, milik PT Hasanah. Menjual dengan harga tinggi dengan alasan ongkos antar mereka menjual sebesas Rp. 23 ribu rupiah.

Hal serupapun terjadi di Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang di Desa Ciruas ada beberapa pangkalan yang diduga tak jelas ijin pangkalanya begitupun di Perumahan Bumi Ciruas Permai Dua, hanya dengan menempelkan nama papan pangkalan mereka tidak mengabaikan warga sekitar yang membutuhkan gas, dikarenakan dari truk agen langsung turun ke mobil pick up dan langsung dijual keliling oleh pangkalan tersebut.

Telah berulang kali awak Media menemui Yudi Lukman selaku kepala bidang gas hiswana migas, jawabanya kami akan memanggil dan menutup pada kenyataanya pangkalan masih bebas berkeliaran bahkan makin menjamur, yang terparah pangkalan di dalam perumahan yang notabene padat penduduk tak Ada alat keselamatan dalam pangkalan tersebut.

Kami selaku kontrol sosial mewakili jutaan masyarakat pengguna subsidi memohon kepada walikota bupati ataupun gubernur untuk menyikapi dan memperbaiki tentang het dan keselamatan, jangan hanya Karena alasan semua sudah dilimpahkan kepusat dan ditangani pertamina untuk pengawasan kami tidak ada dana operational seperti yang diucapkan H. Cecep. Kasi migas distamben propinsi Banten saat ditemui pewarta. (Agus)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.