Terbit : 12 Oktober, 2019 - Jam : 11:59

Galian Batu Untuk CSR PT. Agro Andalan Sesuai Prosedur 

Loading...

SEKADAU – Polemik keberadaan gaian c  di wilayah HGU PT Agro Andalan akhirnya manajemen  menjelaskan penambangan batu untuk pengerasan jalan di Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau,  Kalimantan Barat merupakan bagian dari program CSR yang telah sesuai dengan prosedur dan mendapatkan izin dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Terkait hal ini, CSR Department Head PT Agro Andalan, Syaifuddin Romli, ditemui pada Sabtu ( 12/9/2019 ) di Sekadau , mengatakan ‘ penambangan batu galian C yang dilakukan PT AAN tersebut bukan untuk kepentingan komersial tetapi merupakan bagian dari program CSR untuk pengerasan jalan desa dan membangun akses tranaportasi.

“Dalam melakukan kegiatan ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait  managemen juga sudah menyurati Kementrian ESDM yang semuanya tidak ada masalah,” kata Syaifuddin dalam keterangannya kepada media.

Menurut Syaifuddin, berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No: 2302/30/DBM.PU/2018 tanggal 4 Desember 2018 yang ditandatangani Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Ir Yunus Saefulhak, MM., MT.,  dan ditujukan kepada PT Agro Andalan, dijelaskan bahwa sesuai dengan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara pasal 105 bahwa badan usaha yang tidak bergerak pada usaha pertambangan yang bermaksud menjual mineral dan/atau batubara yang tergali wajib terlebih dahulu memiliki IUP Operasi Produksi untuk penjualan.

“Berdasarkan hal tersebut di atas, maka badan usaha yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yan akan memanfaatkan mineral di dalam wilayah HGU atau izin usaha perkebunan untuk kepentingan usaha perkebunan itu sendiri (non-komersial) maka tidak perlu dilengkapi dengan izin pertambangan mineral,” demikian isi surat tersebut.

Selanjutnya, tambah Syaifudin, berdasarkan Surat yang dikeluarkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat No. 540/1776/DESDM-B.1, perihal Ketentuan pemanfaatan komoditas mineral dalam area perkebunan, yang ditujukan kepada PT Agro Andalan, juga menyebutkan bahwa PT Agro Andalan yang akan memanfaatkan komoditas mineral bukan logam/atau batuan di dalam wilayah HGU atau izin usaha perkebunan untuk kepentingan usaha perkebunan sendiri (non-komersial) maka tidak wajib dilengkapi dengan izin pertambangan atau IUP operasi produksi untuk penjualan.

“Jadi yang dilakukan perusahan sudah sesuai prosedur. Kami melakukan ini juga bagian dari komitmen kami untuk membangun daerah dengan memberikan akses transportasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (jr)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.