Gali Septic Tank, Warga Jember Temukan Batu Peninggalan Sejarah

Loading...

JEMBER – Saat sedang membangun septic tank atau tempat pembuangan tinja jamban di sekitaran rumahnya, warga Dusun Tegal Bago, Desa / Kecamatan Arjasa menemukan sebuah Batu Kenong berukuran kurang lebih 60 x 50 sentimeter peninggalan sejarah.

Benda berupa batu berbentuk silinder atau membulat dengan tonjolan di puncaknya tersebut, menyerupai salah satu alat musik tradisional gamelan seperti kenong. Sebagaimana diketahui, batu kenong sendiri merupakan benda peninggalan tradisi budaya megalitik.

Fiki, cucu pemilik rumah mengungkapkan, benda tersebut jelas bukan miliknya dan selama ditemukan hanya dibiarkan di pekarangan rumah. Bahkan karena benar-benar awam, pihaknya pun merasa bingung tidak tahu harus melaporkan penemuannya kemana.

“Kemarin itu pak tukang lagi menggali tanah untuk dibuat septic tank. Kira-kira dapat setengah meteran menggali, linggis yang digunakan untuk menggali tanah membentur benda keras. Sempat kami kira batu besar biasa,” katanya, Selasa (14/1/2020) siang.

Batu Kenong peninggalan Panji Laras

Terbit : - Jam : 19:08

Saat digali lebih dalam, lanjut Fiki, ternyata benda tersebut merupakan batu kenong. Sehingga, proses pembuatan saptic tank dihentikan sementara dan berupaya mengangkat batu itu ke permukaan tanah. Melihat bentuknya, tentu dirinya meyakini batu tersebut ada kaitannya dengan cerita rakyat atau legenda Panji Laras.

“Panji Laras dipercaya orang sebagai leluhur asli yang tinggal di Arjasa pada masa kerajaan dan sempat membangun padepokan di wilayah sini. Bahkan puing puing padepokan Panji Laras masih ada sampai sekarang. Jadi, ada kemiripan antara batu ini dengan puing-puing padepokan,” jelasnya.

Fiki juga menuturkan, cerita penemuan benda-benda bersejarah tidak hanya sekali dua kali di desa atau tempat dirinya bertinggal tersebut. Sebelum-sebelumnya, beberapa kali warga lain juga memiliki pengalaman sama menemukan benda bersejarah, namun diletakkan begitu saja dikarenakan bingung harus melaporkan kemana. (Abdus Syukur)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.

Aksi Dilarang