Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Faida Tidak Ingin Ada Anak Putus Sekolah Karena Biaya

Loading...

“Bapak-bapak… Ibu-ibu… Janji ya…. Anaknya harus sekolah minimal sampai SMA SMK. Janji ya… Anak-anaknya tidak putus sekolah, ” kata Bupati Jember dr.Hj.Faida MMR, suaranya nyaring terdengar. Perempuan ini meminta komitmen warga Kecamatan Mayang, untuk terus menggapai pendidikan yang lebih baik.Rabu, (26/8).

Hal demikian ia sampaikan ketika peletakan batu pertama pembangunan SMK SAHI (Silaturahmi Haji dan Umrah Indonesia), Minggu, 23 Agustus 2020, di Yayasan Assalam Desa Sidomukti.

Selain dihadiri puluhan tokoh masyarakat dan warga sekitar, peletakan batu pertama pembangunan itu dihadiri Ketua Dewan Pembina SAHI, DR. Hj. Siti Ma’rifah, SH., MH., MM.

“Jangan ada anak-anak putus sekolah karena alasan biaya,” lanjut bupati.

Baik itu anak yatim, yatim piatu, serta duafa, mereka harus tetap bisa sekolah. Apabila ada kendala biaya, bupati menandaskan Pemerintah Kabupaten Jember bertanggung jawab membiayainya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan dr. Faida, MMR., dan Drs. KH. A. Muqit Arief sangat penduli dengan pembangunan sumber daya manusia.

Selama lima tahun ini, pemimpin yang dicintai rakyat ini memberikan beasiswa kepada sekitar 12.500 mahasiswa. Di tingkat sekolah menengah atas, pemerintah juga memberikan bantuan kepada ribuan pelajar.

Mendukung seruan itu, Siti Ma’rifah menyatakan pentingnya sekolah-sekolah berdiri di daerah yang belum memiliki sarana pendidikan yang cukup.

Menurutnya, SMK SAHI yang didirikan di Kabupaten Jember merupakan yang pertama di Indonesia. Sekolah dengan jurusan pertanian dan perkebunan ini dimulai dari Bumi Pendhalungan.

“Mudah-mudahan sekolah ini dimanfaatkan dengan baik dan dukungan dari Pemkab Jember juga sangat penting bagi seluruh masyarakat untuk keberlangsungan SMK SAHI,” harapnya. (Tahrir)

 

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.