Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Faida : Jangan Beri Stigma Negatif Pada Orang Terpapar Covid-19

Loading...

Bupati Jember dr.Faida MMR berharap, masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada seseorang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19. Selasa, (21/7).

“Jika ada yang positif tidak memberikan stigma negatif,” tutur bupati dengan latar belakang dokter ini.

Harapan itu disampaikan bupati melalui awak media usai apel bersama Pengawas Protokol Covid-19 di Pandapa Wahyawibawagraha.

Bupati menambahkan, jika ada tetangganya yang positif kemudian sudah sembuh, maka bangunlah empati kepada tetangga tersebut.

“Karena orang tersebut tidak bisa keluar rumah dan isolasi mandiri. Kirimlah makanan, bukan membuat sesuatu yang tidak mendukung terwujudnya situasi damai,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati mengajak masyarakat untuk membangun empati terhadap seseorang yang dinyatakan positif terpapar virus korona.

Sebelum menyampaikan ajakannya, bupati juga mengungkapkan bahwa di Jember banyak cluster baru yang berasal dari pasar.

Meski peningkatannya tidak cukup berarti, tetapi jumlahnya cukup banyak. Selain itu, kasusnya tersebar di beberapa pasar.

“Yang perlu diwaspadai yakni pasar di Puger atau TPI, karena ada pendistribusian bahan dagangan di pasar lainnya,” terangnya.

Sejauh ini, lanjutnya, klaster pasar teratasi dengan baik, karena penapisan (screening) di pasar dilakukan secara massif. Hampir 10 ribu pedagang pasar sudah dilakukan rapid test.

Terkait penanganan kesehatannya, bupati menyarankan masyarakat untuk menyerahkan kepada gugus tugas Covid-19 yang akan menangani secara prosedural.

Bupati menegaskan, gotong-royong menjadi kunci bersama untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi dalam keadaan optimis, gembira, serta bersatu.

Terkait apel bersama Pengawas Protokol Covid-19, bupati mengungkapkan sedang menyiapkan sejumlah langkah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. (tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.