Empat Pelaku Pengeroyokan di Kawasan Unimed Berhasil Diamankan, Tujuh Pelaku Lainnya DPO

Medan – Terjadi perlakuan kriminalis dengan pengeroyokan kepada dua pria, yang berujung meninggal dunia di kawasan Universitas Negeri Medan, Selasa (19/2/2019) lalu.

Mereka adalah Joni Pernando Silalahi (30) dan Steven (21), dan viral di media sosial. Kedua pria malang itu, dituduh melakukan pencurian helm di kawasan Unimed.

Kedua pria yang tewas dalam pengeroyokan itu, sama-sama warga Jalan Tungkul I, Kelurahan Siodorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Mereka akhirnya tewas saat setelah dilarikan ke Rumah Sakit Haji Kota Medan.

Para pelaku pengeroyokan berhasil diamankan Petugas Gabungan dari Polsek Percut Sei Tuan dan Satreskrim Polrestabes Kota Medan, ada empat orang pelaku.

AKBP Putu Yudha, Kasat Reskrim Polrestabes Kota Medan, menyatakan identitas para pelaku yang telah ditangkap berjumlah empat orang itu ialah, MAP (22), BP 18), MAK (21), dan FZ (26).

Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut dan juga terus melakukan pengejaran kepada tujuh orang pelaku lainnya yang telah melarikan diri.

“Hasil dari pemeriksaan terhadap pelaku, ternyata pelakunya yang kita identifikasikan ada sebelas orang pelaku. Empat diantaranya sudah ditangkap dan tujuh orang pelaku lainnya masih kita cari,” ungkap AKBP Putu di Polrestabes, Sabtu (23/2/2019).

“Aksi pengeroyokan ini telah viral di media sosial, lantaran dua pria itu dituduh sebagai pencuri helm, akhirnya tewas dihakimi massa di kawasan Unimed. Kita akan kejar terus para pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus penganiayaan itu, hingga berujung kematian pada dua korban ini,” pungkas AKBP Putu.

AKBP Putu menjelaskan, setelah kejadian itu, pihak kepolisian sudah melakukan berbagai upaya untuk menangkap para pelaku. Dari sebelas orang pelaku pengeroyokan yang disangkakan, empat orang pelaku sudah berhasil diamankan, dan tujuh orang pelaku lainnya menjadi DPO. (Dharma/red)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.