Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Emak-emak Kalinusu Masih Eksis Sediakan Logistik di TMMD Reguler Brebes

Loading...

Brebes – Sebagai ungkapan terima kasih kepada para prajurit TNI sebagai pelaksana teknis program TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes di desanya, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sejumlah emak-emak masih setia menyediakan logistik baik makanan dan minuman.

Dibenarkan Kepala Dusun Karanganyar, Desa Kalinusu, Mukhsinin (41), bahwa pihaknya bersama perangkat desa lainnya sudah mensosialisasikan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan TMMD Reguler yang dibuka tanggal 22 September 2020 lalu itu, agar seluruh pihak mendukungnya dengan kemampuan masing-masing.

Untuk ibu-ibu PKK Kalinusu juga yang memasak makanan untuk Satgas TMMD selama satu bulan penuh, di dapur umum yang terletak di Lapangan Sepakbola Kalinusu, di tenda pleton yang didirikan Kodim Brebes, karena di tenda-tenda pleton itu juga anggota Satgas tersebut dipusatkan tinggal terkait pandemi covid.

“Untuk yang dimasak ibu-ibu PKK juga dinikmati masyarakat yang ikut kerja bakti di pembangunan jalan TMMD, yang kini sudah tinggal pengerasan,” terangnya, Sabtu (17/10/2020).

Pasalnya, jalan TMMD sepanjang 2,2 kilometer dengan lebar 4 sampai 6 meter itu, secara umum telah mendongkrak semangat para petani untuk menggarap lahan di sekitar jalan TMMD, karena dulunya tidak ada akses jalan sama sekali, hanya pematang sawah dan sebagian jalan setapak yang terputus 4 sungai kecil.

“Jika musim kemarau, persawahan di Kalinusu mayoritas mengandalkan tadah hujan, setelah Bendungan Notog di Kali Pemali jebol pada 2017 lalu. Sehingga banyak sawah yang dibiarkan terlantar karena biaya angkutnya tak sebanding dengan hasil,” sambungnya.

Jadi dengan jalan itu, profesi mayoritas masyarakat Kalinusu yaitu petani dan buruh tani, sangat terbantu karena jalan selebar itu memangkas biaya angkut panen, dimana sebelumnya sampai dengan Rp. 50 ribu tergantung jarak, dengan para kuli pikul.

Sementara untuk di pekerjaan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik 5 orang warga setempat, sudah menjadi tradisi bagi warga untuk membantu pembangunan dari pemilik rumah, yaitu membantu apa saja termasuk makanan dan minuman bagi para pekerja.

“Selain secara sukarela atas kesadaran masing-masing, penjadwalan giliran untuk setiap RT juga dilakukan,” tandasnya. (Dar/Aan)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.