Elpiji Melon Langka, Menjelang Akhir Tahun Tembus Rp. 35 Ribu Per Tabung

NUSATARATERKINI.Com – Permasalahan yang sering menimpa masyarakat di Kabupaten Pandeglang adalah langkanya elpiji 3 kilogram atau yang biasa disebut elpiji melon. Sepekan terakhir ini, menjelang Natal dan Tahun Baru. 

Elpiji yang dikhususkan untuk masyarakat miskin ini tampak nya berkurang peredarannya bahkan harganya menembus Rp 35000 bahkan sampai Rp 50.000 per tabung.berbeda darihatga sebelum nya hanya Rp 16000 per tabung.

Akibatnya langkanya Elfiji tersebut banyak pedagang dan warga yang kalang kabut mencari ke sejumlah lokasi yang diperkirakan ada ketersediaannya. Bahkan tidak tanggung-tanggung ada yang mencarinya hingga puluhan kilo meter dari tempat tinggalnya.

Menyikapi langkanya Tabung elpiji bersubsidi yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, Agus Mahdum selaku Kabag Perekonomian Setda Pandeglang mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui kondisi langkanya elpiji di Pandeglang. Jum’at (11/12/20)

Menurut Agus, langkanya tabung elpiji 3 kilogram saat ini lantaran faktor cuaca dan tingginya pemakaian di musim penghujan. Oleh karena itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Kordinator Wilayah Minyak Dan Gas (Korwil Migas) dan Sales Branch Manager (SBM) Pertamina.

“kami sudah mengetahui perihal kondisi langkanya ketersediaan Gas melon di masyarakat, hal itu karena memang sangat tingginya pemakaian saat ini dimasyarakat karena mungkin efek musim hujan dan kami sudah mencoba berkomunikasi dengan beberapa lembaga terkait guna mengatasi persoalan tersebut agar tidak berlangsung lama kasian juga kan masyarakat,”tutur Agus.

Ia menambahkan, dari hasil koordinasi itu pihak pertamina akan segera melakukan pengiriman di hari minggu (libur). Agus juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersabar karena pemerintah sudah melakukan upaya-upaya  agar kondisi langkanya gas 3 kg segera teratasi.”tandas nya. (IJT/ Man)

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.