Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Ekstrimnya Medan Jalan TMMD Banyumas Menyimpan Kenangan Bagi Armada Pengangkut Material

Loading...

Banyumas – Sejumlah pengemudi truk yang terlibat di proyek TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, rata-rata mempunyai banyak kenangan tersendiri tentang ekstrimnya medan pembangunan jalan 1,8 kilometer lebar 3,75 meter di desa tersebut.

Supriyono (38), salah satu sopir truk dari CV. Jiong Basur, Desa Candinegara, Kecamatan Pekuncen, menceritakan kisah sedihnya lebih banyak daripada sukanya saat proses droping material ke lokasi TMMD.

“Sebelum sampai ke Desa Petahunan, dump truk harus melewati tanjakan/turunan ekstrim di tanjakan gibod yang ada di perbatasan antara Desa Cikawung-Semedo, Kecamatan Pekuncen. Kalau tidak pengalaman ya mogok disana,” ujarnya, Selasa (22/7/2020).

Sementara saat memasuki jalan TMMD di awal pengerjaan, banyak truk yang tidak kuat menanjak di perbukitan Munggang setelah bongkar muatan, sehingga solusinya adalah memuat batu gunung untuk dropping ke Lokawisata Bukit Watu Kumpul, dimana disana juga akan dilakukan pembuatan makadam pasca TMMD.

“Banyak kenangan, mulai dari ban meletus, mogok, as lepas, dan bahkan sampai truk harus ditarik dengan excavator lantaran ban selip karena jalan dulu yang masih tanah liat sangat licin sehabis diguyur hujan,” tambahnya.

Terpisah dibenarkan Babinsa Petahunan, Koramil 15 Pekuncen, Serka Eko Budi Wiyono, bahwa medan pembangunan jalan menuju Obyek Wisata Curug Nangga Petahunan itu, tidak main-main beratnya.

Untuk itulah excavator mini berwarna kuning milik Kodim Banyumas, selain bertugas membuka jalan, memadatkan padan jalan, dan langsir material, juga berfungsi menarik armada pengangkut material yang terpaku di jalan becek atau terjal.

“Perjuangan itu sudah lewat karena hingga saat ini, progres jalan beton setebal 20 centimeter itu mencapai 1,6 kilometer lebih, dan tinggal 200 meter lagi di perkampungan penduduk di Dukuh Semingkir, Petahunan, sebelum TMMD Reguler ditutup akhir bulan ini (29/7),” ungkap Eko. (Ags/Aan)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.