Eddyson Sebut Koperasi di Bengkulu Tidak Sebanding Dengan Perkembangan Ekonomi Masyarakat

NusantaraTerkini.Com, Bengkulu – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Eddyson menilai, koperasi di Kota Bengkulu tidak sebanding dengan efek yang ditimbulkan dalam pengembangan perekonomian masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Anggota Tahunan di catatan tahun 2017 dan Rencana Kerja RAPB Tahun 2018 yang digelar oleh Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP-RI), Selasa (15/5/18).

Kementerian Koperasi mengutamakan koperasi berkualitas yang mampu mengembangkan perekonomian masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada pada koperasi di Kota Bengkulu. Menurut Eddyson, bahwa koperasi berkualitas dapat dilihat dari dampak usaha bagi setiap anggota berdasarkan Sisa Hasil Usaha (SHU).

“Koperasi berkualitas itu dilihat dari dampak usaha yang di berikan bermanfaat bagi anggota yang dapat lihat dari SHU nya,” katanya.

Dirinya juga menilai dalam waktu dua tahun terakhir tidak pernah ada rapat anggota, maka wajar kata dia, apabila koperasi di Kota Bengkulu ini akan tercoret dari data Kementerian Koperasi.

Lanjutnya lagi, Kementerian Koperasi saat ini mencari koperasi yang berkualitas, bukan seperti sebelumnya yang lebih mengutamakan jumlah koperasi. Semakin banyaknya jumlah koperasi saat ini justru tidak sebanding dengan efek yang ditimbulkan dalam mengembangkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, penilaian pihak Dinas Koperasi dan UMKM masih terus dilakukan terhadap koperasi yang terdaftar sekira 980 koperasi, namun hanya 300 koperasi yang dinyatakan berkualitas.

“Dalam tahap penilayan 980 koperasi yang ada yang berkualitas terhitung sekitar 300 koperasi atau 30 smpai 40 persen,” jelasnya Eddyson.

Disisi lain, dalam pengecekan daftar peserta di administrasi dipaparkan dari 117 orang anggota tersisa 67 orang yang aktif membayar simpanan wajib. Sementara 50 anggota lainnya sudah non aktif, lantaran tidak lagi membayar simpanan wajib tersebut.

Banyaknya anggota non-aktif lantaran proses pembayaran simpanan wajib yang selama ini menggunakan metode bayar langsung secara tunai menyulitkan anggota.

Menyikapi hal ini, akan diterapkan metode transfer dan pengumpulan anggota koperasi ke dalam satu jejaring grup Whatsapp dengan tujuan untuk mengaktifkan kembali anggota-anggota yang sudah dinyatakan tidak aktif. (Nindri/Cw2)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.