Wartawan Nusantaraterkini Tertulis dalam box redaksi, Hati - Hati dengan Pihak yang mengatas Namakan Nusantaraterkini.com/Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Dukungan Positif Momentum Perkuat Profesionalisme Wartawan

Medan, NusantaraTerkini.Com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 ini, merupakan momentum strategis memperkuat profesionalisme, kredibilitas, dan kompetensi wartawan Indonesia.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Hermansjah, sapaan akrabnya disebut Herman, mengungkapkan sehubungan HPN yang puncaknya dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, di Surabaya, 09 Februari 2019 yang lalu, profesionalisme dan kompetensi itu tidak bisa ditawar-tawar lagi

PWI harus mengagungkan kepada semua pihak, dan mengingatkan pentingnya penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta verifikasi perusahan media, guna memastikan pemenuhan standarisasi profesionalitas.

Herman menjelaskan, uji kompetensi bagi wartawan dan verifikasi perusahaan media ialah sarana untuk mengukur terpenuhinya pers sehat dan bertanggung jawab di Indonesia.

“Komitmen ini didukung positif semua pihak, termasuk sejumlah pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah mengeluarkan kebijakan masyarakat UKW dalam kerja sama keuangan dengan media,” ungkap Herman, Senin (11/2/2019)

“Citra profesi kita bisa tercoreng, akibat ulah oknum yang tidak kompeten dalam menjalankan praktik kewartawanan,” papar Herman.

Ditambahkannya, Dewan Pers maupun PWI komitmrn UKW dilaksanakan se-obyektif mungkin, karena itu wartawan yang dinyatakan kompeten dijamin menjunjung tinggi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

“Bila seorang yang telah ikut bergabung dalam dunia pers, dihimbau agar siap dan kompeten dan jika tidak mampu lebih kompeten baiknya mengakhiri kiprahnya sebagai pekerja pers. Masih banyak pekerjaan lain yang menjanjikan,” tutur Herman.

Ditambahkannya, PWI Sumut mengapresiasi program uji kompetensi wartawan dan verifikasi perusahaan media. Hingga kini sudah 24 angkatan PWI Sumut melaksanakan UKW. Doharapkan dapat terus dilaksanakan dan didukung semua mitra PWI maupun Pemkab dan Pemko.

Pada hematnya, seorang pekerja pers yang menjalankan profesi kewartawanan secara rutin tentu tidak akan menemui kendala untuk mengikuti uji kompetensi. Tapi bila ada yang ragu atau tidak percaya diri menjalani uji kompetensi, berarti kewartawanannya dipertanyakan.

Sesuai dengan Peraturan Dewan Pers No. 01/DP/II/2010, tertanggal 2 Februari 2010, tentang keharusan wartawan memiliki Sertifikat Kompetensi Wartawan (SKW).

“Mengacu kepada kesepakatan Palembang tanggal 9 Februari 2019, tentang perusahaan pers wajib mempekerjakan wartawan yang bertifikasi SKW. Serta deklarasi Jambi Februari 2012, tentang diberlakukannya kesepakatan Palembang,” ujar Herman.

Dalam Peraturan Dewan Pers No. 1/peraturan-DP/II/2010, tentang Standar Kompetensi Wartawan Dewan Pers disebutkan, diperlakukan standar untuk dapat menilai profesional wartawan.

“Tingkat kompetensi wartawan itu ada tiga, muda merupakan wartawan yang bertugas di lapangan. Madya adalah redaktur dan editor yang bertugas mengedit berita wartawan, serta utama ialah redaktur pelaksana, Wapemred dan Pemred, yang bertanggung jawab pada produk bagian redaksi,” tandasnya. (Dharma / Sumut)

Loading...

Loading...

Ruangan komen telah ditutup.