Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Dukung Pencegahan Covid-19, RAME Serahkan Bantuan ke Posko PMI

Loading...

BENGKULU – Relawan Rafflesia Membaca (RAME), memberikan Bantuan alat pengukur suhu (Thermogun), Sarung Tangan Latex dan Beberapa kebutuhan APD lainnya Ke Posko Pencegahan dan Kesiapsiagaan Covid-19 Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu, Senin (20/4/2020).

Barang tersebut merupakan bantuan Program 10 Rumah Aman. Sebuah program yang diinisiasi oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dengan Kemkominfo, melalui Jaringan Pustaka Bergerak Indonesia.

Penyerahan bantuan disampaikan oleh perwakilan engurus dan Relawan Rafflesia Membaca, Sandri Abdul Aziz dan Ade Leo Pratama. Bantuan diterima langsung oleh PMI Provinsi Bengkulu.

“InsyaAllah ini baru bantuan tahap pertama yang kami salurkan. Nanti tahap berikutnya segera mudah-mudahan akan tetap Berlanjut dengan bantuan beberapa Jaringan Nasional yang ada,” sebut Sandri.

Senada, Ade Leo Pratama mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk keterlibatan RAME dalam memutus mata rantai Covid-19. Bantuan ini, katanya, juga menunjukkan bahwa setiap orang mampu berbuat.

“Saya rasa banyak di luar sana, orang-orang yang sebenarnya punya kemampuan untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk ikut aktif menghadapi wabah ini tapi masih bingung bagaimana caranya. Yang pastinya tetep bergerak dan berbuat semampu yang bisa dilakukan, setiap orang mempunyai potensi menjadi Relawan apapun kondisinya,” ujar Ade.

“Tak penting nilainya berapa, terpenting ada partisipasi aktif di tengah wabah ini. Bentuk bantuan bisa beragam, bukan. Bisa APD, masker, vitamin, atau sembako. Sebab di situasi sekarang, itu yang sangat dibutuhkan,” katanya lagi.

Rafflesia Membaca bukanlah relawan bentukan pemerintah. Gerakannya diinisasi anak-anak muda yang cinta gemar dan tertarik pada kegiatan literasi dan pendidikan. Mereka berkumpul, bergerak, mengedukasi masyarakat, dan melakukan kontribusi nyata.

Sejauh ini, gerakan yang dibangun tidak meminta pembiayaan dari pemerintah. Para relawan bergerak secara swadaya, menggunakan uang pribadi dan jaringan masing-masing, untuk tetap bergerak termasuk dalam membantu menghadapi pandemi Covid-19. (Ok)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.