Dua Orang Pengepul Durian Kedapatan Membawa Narkoba

Loading...

EMPAT LAWANG – Polres Empat Lawang berhasil mengamankan dua orang sopir pengepul buah Durian yang diduga bandar Narkoba, saat anggota gabungan menggelar kegiatan Security Operation Center (SOC) di Desa Lubuk Kelumpang, pada Sabtu malam (18/01/2020).

Dari pantauan dilokasi, Mulyadi (41) warga Desa Kota Gading dengan rekanya Rustam Efendi (51) warga Desa Lorong Sawah yang menggunakan Mobil Pick up jenis Carry warna hitam yang bernopol BG 9106 BB.

Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto SIK, melalui Kasat Narkoba Iptu Rusdiyanto mengatakan, Pada saat tersangka hendak ingin melewati Jalinsum Mobil tersangka dihentikan oleh anggota gabungan yang sedang melakukan kegiatan SOC, setelah hendak ingin diperiksa Mulyadi sempat melarikan diri dari razia tersebut, dengan sigap anggota mapolres Empat Lawang yang langsung mengejar tersangka hingga dapat.

“Ya, pada saat tersangka ini lewat di Jalinsum, Mobil tersangka dihentikan oleh gabungan anggota kami yang lagi razia, setelah hendak ingin diperiksa tersangka Mulyadi sempat melarikan diri. Dengan sigap gabungan anggota kami lansung mengejar tersangka hingga dapat,” kata Rusdi.

Ketika digeledah Lanjut Rusdi, teryata kedua tersangka menyimpan barang haram yang diduga  Narkotika jenis sabu dan terpaksa diamankan untuk melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Saat digeledah kedua tersangka menyimpan yang diduga Narkotika jenis sabu dengan berat 0,45 gram beserta 15 kantong plastik klip transparan dan satu buah kaca pirex, tersangka sendiri sudah kita amankan untuk melakukan penyelidikan dan pengembangan  lebih lanjut,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya kedua tersangka akan dijerat dengan UU No 35 Tahun 2009 pasal 114 dan pasal 112.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya kedua orang tersangka akan dijerat dengan pasal 114 dengan ancaman minimal 4 Tahun Penjara dan pasal 112 dengan ancaman minimal 5 Tahun penjara,” tegasnya. (Ardi)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.