DPRD Provinsi Bengkulu Minta KKT dan Dispar Transparan Keuangan Festival Tabot 2023

Nusantaraterkini.com, Bengkulu – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Suimi Fales menuturkan setelah selesainya acara tahunan Festival Tabot banyak persoalan yang terjadi.

Persoalan tersebut mulai dari tenda, sampah hingga susunan pedagang yang tidak rapi membuat acara Festival Tabot setiap tahunnya berisi keluhan dari masyarakat.

Padahal menurutnya dengan adanya event tabut tersebut, membuat perekonomian Bengkulu meningkat. Karena banyak masyarakat maupun pelancong yang berkunjung ke Festival Tabot untuk melihat langsung acara selama 10 hari tersebut.

“Sebenarnya event tabut membuat kita bangga, karena memiliki daya tarik sendiri yang membuat orang-orang datang ke Bengkulu. Sayangnya setelah selesai, mulailah persoalan-persoalan bermunculan,” ucap Suimi. Jumat (4/Agustus/2023).

Festival Tabot 2023

Dia juga sejauh ini menilai bahwa ada banyak keluhan yang diterimanya selama pelaksanaan festival tabot berlangsung selama 10 hari. Mulai dari semrawut tata letak lapak pedagang dan stand yang membuat para pengunjung yang datang menyaksikan sangat tidak nyaman dikarenakan akses jalan sangat sempit dan tidak ideal.

“Makanya kedepan saya harap lokasi Festival tabot dapat dipisahkan dengan rangkaian ritual tabot. Karena kalau semua rangkaian disatukan di satu tempat di Lapangan Merdeka tidak akan bisa baik dan nyaman bagi pengunjung. Sebab lokasi tersebut sudah tidak sama seperti puluhan tahun sebelumnya yang masih lapang dan lega. Kini sudah mengalami penyempitan karena banyak berdiri bangunan dan kawasan permukiman,” sarannya.(adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.