DPRD Gelar Rapat Laporan LKPJ, Tasril Jamal : Penanganan Banjir dan Smart City Kota Tangerang Belum Maksimal

Kota Tangerang, Nusantaraterkini.com – Sepanjang tahun 2020 lalu, Pemerintah Kota Tangerang hanya memiliki capaian 11 sasaran pembangunan yang sudah dapat dijalankan. Pasalnya persoalan Covid-19 yang menjadi kendala dalam proses pembangunan.

Adapun 11 sasaran pembangunan Pemerintah Kota Tangerang tahun 2020 diantaranya peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja,penyelenggaraan pemerintah daerah, transportasi, pemukiman,tata ruang, lingkungan, investasi,ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

“Ada 11 poin sasaran capaian – capaian yang sudah kita sampaikan dan yang paling terkendala 2020 adalah dampak Covid-19,” ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat dimintai keterangan di ruang rapat paripurna DPRD tentang Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2020, Senin (29/3/2021).

Kendala tersebut, kata Arief, pada awal 2020 lalu Kota Tangerang dihantam oleh banjir. Tidak berhenti itu saja, kendala lain juga adalah pandemi Covid-19 yang membuat mobilisasi masyarakat terbatas.

Selain itu, pihaknya pun terpaksa harus mengajukan perubahan dan evaluasi terkait Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), atas dampak pandemi Covid-19.

“Sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi ekonomi makro secara nasional, provinsi dan termasuk kondisi ekonomi kota Tangerang yang dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat dan kehidupan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menanggapi pernyataan Wali Kota tersebut, Anggota DPRD Kota Tangerang. Tasril Jamal, dari fraksi PKB menyoroti beberapa hal dari LKPJ, penanganan banjir yang dari tahun ketahun selalu menjadi langganan harus di proritaskan.

“Persoalan Kota Tangerang yang belum tuntas adalah Penanganan banjir dimana dari tahun ke tahun jika dimusim penghujan tiba Kota Tangerang harus siap – siap kena banjir.”Ujar Tasril

Menurut beliau, Hal ini terjadi karena kurang gigih nya kinerja pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkot Tangerang

“Kurang gigih kinerja PUPR, contoh nya kali angke hampir 30 tahun tidak pernah di lakukan pengerukan atau normalisasi padahal kali – kali tersebut sudah dangkal.”tegas nya.

Dirinya menyayangkan, Kurang nya peningkatan perawatan terhadap tanggul – tanggul yang sudah usang termakan waktu.

“Sudah saat nya perawatan tanggul – tanggul karena kondisinya sudah sangat lama tidak diganti baru, berpotensi bocor, maka solusinya peningkatan perbaikan,”tukas nya

Bukan hanya tanggul, Berbicara Smart City kota tangerang terbilang belum maksimal dalam mensosialisasi kan kepada warga Kota Tangerang,

“Terkait Smart City kurang sosialisasi kepada masyarakat sehingga apa yang di harapkan Wali Kota tampak nya belum juga tercapai,”artinya, Karena kurang giat melakukan sosialisasi tentang masalah Smart city, oleh jajaran atau bawahan walikota,”tegasnya.

Tentu, Tidak kalah penting nya kebutuhan Pendidikan yaitu penyediaan Gedung Sekolah SMA.

“Sangat dibutuhkan menambah pembangunan sekolah -sekolah Menengah Atas (SMA) karena masih sangat terbatas,” tepat nya, Masih sangat kurang gedung sekolah di beberapa kecamatan, Proritas usulan pembangunan gedung sekolah di kecamatan karang tengah,” pungkas nya.

Kota Tangerang 29 Maret 2021
Biro Tangerang Raya : Rohman

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.