Dok, Jember Sah Miliki APBD 2021, Bupati Hendy Fokus 4 Sasaran, Apa Saja…. 

Jember, Nusantaraterkini- Pembahasan Peraturan Daerah (Perda) yang sudah digedok oleh Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi, di akhir sidang paripurna yang berlangsung di gedung DPRD  Jember pada Senin malam kemarin menandai, Kabupaten Jember kini secara resmi dan sah memiliki Peraturan Daerah (Perda), tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), tahun anggaran 2021.

Meski semula sidang paripurna tidak berjalan mulus, namun pada akhirnya ketujuh fraksi yang duduk di kursi parlemen  menyetujui dan menyepakati Perda tersebut, dengan nilai anggaran pendapatan dalam APBD sebesar  3,6 triliun rupiah. Sementara nilai anggaran belanja mencapai angka 4,4 triliun rupiah.  

Bupati Jember Hendy Siswanto bertekad, dengan disahkan Perda APBD tahun 2021 ini secepatnya akan melakukan persiapan agar pembangunan di Jember segera terealisasi. 

Hendy menambahkan, ada 4 poin sasaran yang akan fokus dikerjakan pada tahun ini, yakni anggaran perbaikan Infrastruktur Jalan (multi years) , Pertanian, Kesehatan dan Pendidikan. 

Terkait perbaikan infrastruktur  jalan Hendy menjamin, persoalan  jalan rusak dan berlubang akan dituntaskan pada tahun ini.Jalan mulai dari kota, pelosok-pelosok desa sampai  merata hingga tempat wisata di Kabupaten Jember akan mendapatkan perbaikan, dengan target panjang  kurang lebih 1000 kilometer. 

Oleh karenanya, masyarakat diharapkan memaklumi jika dalam proses pengerjaan nantinya akan mengganggu kenyamanan pengendara, sebab proyek ini perlu ekstra keras dan ekstra cepat. 

“Gak apa-apa karena untuk perbaikan. Kami minta bantuan teman media untuk menginformasikan hal ini apabila ada nanti ada jalan yang luput dari perhatian kami, nanti kami akan lakukan revisi dan perbaiki dengan anggaran yang lain, ” kata Hendy, usai menyerahkan sertifikat kepada sejumlah warga pemohon PTSL di kantor desa Gumukmas. Selasa, (06/04/21). 

Selanjutnya soal Pertanian, Hendy akan fokus membantu menyelesaikan persoalan pupuk untuk petani.Sehingga  nanti tidak kesulitan lagi  masalah  kebutuhan pupuk. 

Ia secepatnya akan mengumpulkan stakeholder atau pemangku kepentingan untuk duduk bersama berbicara dan membahas agar harga pupuk stabil. 

“Apalagi menjelang puasa jangan sampai pasokan komoditas kita menjadi kurang dan harga tetap stabil bahkan bisa menguntungkan untuk petani kita, ” lanjut Hendy. 

Terkait Kesehatan, telah dianggarkan 14 persen  dari nilai APBD tahun 2021.”Diisyaratkan pemerintah minimal 10 persen dari besaran APBD, kita tingkatkan untuk kesehatan kami sudah 14 persen, ” tuturnya. 

Untuk Pendidikan, dianggarkan 26 persen dari nilai APBD tahun 2021, melebihi batas minimal 20 persen yang diamanatkan undang-undang.

Hendy menyatakan, akan mengevaluasi kembali penerima beasiswa dengan beberapa kriteria.Diantaranya penerima beasiswa nanti benar-benar anak keluarga tidak mampu. 

“Orang berniat mau sekolah tapi tidak mampu memang wajib diberikan beasiswa, ” tegasnya. 

Anak yang berprestasi meskipun anak orang kaya juga akan mendapatkan beasiswa agar mereka tetap ada di Jember. 

Kata Hendy, kalau kriteria tersebut tidak masuk terpaksa kita hilangkan.”Masak punya mobil diberi beasiswa apalagi nilainya biasa saja.Kami akan atur itu lagi kebijakannya seperti apa, karena uang kita terbatas, ” pungkasnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.