DLH Dan KP2TSP Akan Tutup Tambang Galian C Ilegal

Loading...

ACEH TAMIANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kantor Pelayanan Perjinan Terpatu Satu Puntu (KP2TSP) kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Akan menutup tambang Galian C Ilegal yang ada dikabupaten tersebut.

Penegasan itu disampaikan Kadis DLH, Sayed Mahdi, SP, MSi, MMA kepada wartawan, Kamis (9/1/2020) sehubungan dengan menjamurnya tambang Galian C ilegal yang ada dikabupaten setempat.

Hasil inspeksi mendadak, oleh DLH dan KP2TSP ke wilayah, Kampung Alur Bemban, Rantau Panjang, Sementoh, Alur Manis dan Rantau Banai kecamatan Karang Baru, sedikitnya ada 10 an tambang Galian C ilegal.

“Kita akan ambil tindakkan tegas terhadap tambang Galian C Ilegal tersebut, apalagi pengoperasiannya diluar prosedur dan berpindah pindah. Ini akan merusak lingkungan disekitarnya dan mengancam terjadi erosi tebing Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang serta merusak perkebunan masyarakat yang ada dipingiran sungai,” tegasnya.

Sayed berjanji, pihaknya akan segera menyurati para pemilik tambang Galian C Ilegal, untuk menghentikan aktifitas produksi tambang tersebut. Sampai mereka membuat ijin resmi dan mengikuti aturan serta kaidah usaha yang berwawasan lingkungan.

Apalagi, kondisi dilapangan, banyak timbunan batu kerikil menutupi jalur pipa minyak Pertamina yang ada dipinggir sungai tersebut, itu akan membahayakan, sebab gesekan batu yang ada diatas pipa tersebut bisa menmbulkan pana, serta rawan terhadap kebakaran.

“Itu jelas jelas menyalahi aturan, kita tidak akan keluarkan ijin, tambang galian C jika ada aliran pipa minyak diatasnya, sebab akan menimbukan bahaya bagi pekerja tambang itu sendiri serta masyarakat disekitarnya,” jelas Sayed.

Ditambahkan, nama nama pemilik Tambang Galian C Ilegal di Tanjung Sementoh, diantaranya; M Nur (Amek), Anto, Usnaldi dan Adi. Kampung Alur Bemban; Wahid (Ayah Wahid), Munar, Husein dan Tomboi. Kampung Rantau Panjang; Mahyud dan Ib.

“Untuk nama nama yang saya sebutkan tadi harus bertanggung penuh terhadap kegiatan ilegalnya tersebut dan secepatnya kita panggil mereka untuk dimintai pertanggungjawabannya,” tegas Sayed mengakhiri. (Syawaluddin)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.