Ditres Narkoba Polda Bengkulu Amankan 40 Kilogram Ganja Asal Aceh

Loading...

Bengkulu – Direktorat Reserse Narkoba Polda Bengkulu berhasil menangkap dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti (bb) narkotika jenis ganja seberat 40 kilogram (kg).

Kedua pelaku itu masing-masing benama Idil Putra dan Bobby Widayatmoko (34). Penemuan barang bukti ganja tersebut bermula dari penangkapan pelaku atas nama Idil Putra yang ditangkap di kawasan Sawah Lebar Kota Bengkulu beserta bukti satu paket kecil narkotika golongan 1 jenis ganja yang dibungkus kertas cokelat.

Setelah dilakukan introgasi terhadap pelaku, ia mengakui bahwa masih menyimpan ganja di kos kosannya di daerah Kelurahan Rawa Makmur. Polisi yang langsung melakukan penggeledahan di kosan tersebut menemukan barang bukti 5 paket besar narkotika golongan 1 jenis ganja yang sudah terbungkus, 1 paket besar ganja terbungkus plastik hitam, 8 paket sedang narkotika jenis ganja, dan 39 paket kecil narkotika jenis ganja yang dibungkus dengan kertas.

“Ini merupakan tangkapan yang terbesar dalam bentuk sudah jadi. Kalau dulu banyak juga tapi masih tertanam di kebun,” jelas Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, Kamis (23/1) sekira pukul 11.31 WIB.

Kombes Pol Sudarno menambahkan, barang bukti tersebut berasal dari Provinsi Aceh yang dikendalikan oleh pelaku atas nama Bobby Widayatmoko yang berada di dalam sel Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Bentiring Kota Bengkulu. Sementara pelaku pertama, Idil Saputra merupakan residivis yang pernah tertangkap dan dihukum 5 tahun penjara dalam kasus yang sama.

“Pelaku pertama Idil Saputra ini pernah tertangkap atas kasus yang sama. Kini sudah keluar, sekarang dia mengedarkan juga. Kayaknya ini kolaborasi, dulu ketemu di Lapas, kemudian begitu keluar membentuk jaringan baru, yang mengendalikan dari lapas, yang bekerja yang sudah keluar,” papar Kombes Pol Sudarno.

Atas perbuatannya tersebut kedua pelaku dikenakan Pasal 111 Ayat Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika. (red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.