Disnakertrans Prov Bengkulu ! Ini Langkah Pemprov Bengkulu Tekan Angka Pengangguran

Bengkulu,Nusantaraterkini.com – Meski angka pengangguran di Provinsi Bengkulu terbilang kecil dibandingkan daerah lain. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu Edwar Happy mengingatkan, agar tetap mewadahinya.

Diungkapkannya, kelompok yang paling rentan menjadi pengangguran. Yakni mereka yang baru saja menamatkan pendidikan jenjang SMA/SMK/MA. Hingga akhir tahun 2023, di Provinsi Bengkulu tercatat lebih dari 500 orang fresh graduate yang tidak mendapatkan pekerjaan.

“Memang jika dibandingkan daerah lain. Angka pengangguran di Bengkulu terbilang rendah. Meksi begitu jangan lengah. Bisa saja tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Sebab itu harus dilakukan pencegahan agar tak terjadi,” kata Edwar Happy, Kamis 22 Februari 2024.

Lanjutnya, berdasarkan arahan dari Gubernur Bengkulu, Prof. Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA, sebelumnya juga sudah memberikan arahan kepada Balai Latihan Kerja (BLK) Bengkulu untuk aktif memberikan pelatihan terhadap kemampuan para pencari kerja (Pencaker).

“Melalui BLK ini. Bapak Gubernur berharap mereka tidak hanya berpikir untuk bekerja ke perusahaan. Tetapi menciptakan lapangan kerja sendiri,” ungkapnya.

Lanjutnya, oleh Gubernur Bengkulu, Disnakertrans diperintahkan untuk membantu para pencari kerja. Dengan menambahkan wawasan mereka lewat adanya BLK Bengkulu. Diungkapkannya, tidak hanya melalui pengetahuan. Pihaknya juga rutin memberikan bantuan alat-alat. Seperti halnya alat mengelas, tata boga, dan salon.

“Lewat hal ini, harapan kami supaya mereka bisa mandiri. Kita tetap menggalakkan supaya angka pengangguran di Bengkulu bisa berkurang,” lanjut Kepala Disnakertrans.

Dia mengungkapkan tahun 2023 lalu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah  melakukan pembangunan balai latihan kerja (BLK) tipe A. Diharapkan tahun 2024 ini, BLK Tipe A itu sudah dapat beroperasi dan mengokodir kebutuhan dalam pemenuhan dunia kerja.

“BLK Tipe A ini nanti akan lebih ditekankan pada pelatihan dibidang agribisnis, visual, juga yang mengarah ke teknologi digital yang banyak dibutuhkan dan memang harus dilatih,” tandasnya.

(Adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.

You cannot copy content of this page