Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Diskusi Mingguan GMKI Pematangsiantar – Simalungun, Bahas Dimana Mahasiswa Ketika Korupsi Merajalela?

Loading...

SIMALUNGUN – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Pematangsiantar-Simalungun Gelar Diskusi Mingguan dengan topik “Dimana Mahasiswa Ketika Korupsi Merajalela?“.

Diskusi ini rutin dilakukan guna meningkatkan kapasitas Kader GMKI dalam bidang keilmuan nya guna menwujudkan kader yang profesional.

Diskusi kali ini di Moderatori oleh Ketua Cabang GMKI Pematangsiantar-Simalungun, May Luther Dewanto Sinaga. Yang menjadi pemantik diskusi adalah Sepriandison Saragih.SH.,MH. (Dosen UHKBPN Pematangsiantar & Advokat).

Topik “Dimana Mahasiswa Ketika Korupsi Merajalela?” diangkat dengan melihat realitasi yang terjadi akhir-akhir ini di kota Pematangsiantar bahwa maraknya kasus-kasus korupsi di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), PD PAUS serta Dinas Komunikasi dan Informatika.

Dalam diskusi tersebut, Sepriadison menjelaskan makna dari korupsi, yaitu sebuah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan untuk menguntungkan pribadinya. Sebuah tindakan memperkaya diri sendiri.

Diakhir diskusi, Sepriandison mengatakan bahwa peran mahasiswa sangat penting sebagai pengontrol kebijakan-kebijakan publik, serta mahasiswa harus mampu memberikan pengaruh terhadap sebuah kebijakan tersebut.

Sementara May Luther Dewanto Sinaga selaku Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun yang saat itu didampingi Andre Sinaga (Kabid Akspel) dan Mayeni Saragih (Sekbid Akspel) mengatakan bahwa GMKI Pematangsiantar-Simalungun akan tetap mengkawal proses terhadap kasus-kasus korupsi yang terjadi di kota Pematangsiantar.

“Kami akan tetap mengkawal proses ataupun tindak lanjut atas kasus korupsi yang terjadi di kota Pematangsiantar ini, dan kami berharap para penegak hukum dapat segera memproses dengan profesional serta memberikan efek jerah bagi para pelaku dan orang-orang yang terlibat atas kasus tersebut”, ujar Luther dengan tegas.

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.