Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Dishub Banyumas Segera Pasang Road Barrier Beton di Dua Titik Tikungan Maut Gibod Cikawung

Loading...

Banyumas – Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya merespon aduan masyarakat Desa Semedo dan Cikawung, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, untuk melakukan pemasangan road barrier beton, di tikungan maut gibod, di tanjakan/turunan ekstrim di wilayah Desa Cikawung yang berbatasan dengan Semedo.

Tampak Taryono, Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Banyumas, sedang melakukan pengukuran lokasi pemasangan barrier, di dua titik tikungan gibod. Minggu pagi (2/8/2020).

Dijelakannya, barrier beton yang akan dipasang adalah setinggi 80 sentimeter dan lebarnya 1 meter.

“Target pemasangan adalah, untuk titik atas sebanyak 13 buah, sementara tikungan bawah sebanyak 25 buah,” bebernya.

Ditambahkannya, untuk pemasangan barrier beton direncanakan pada Senin 3 Agustus 2020. Hari siang ini, masyarakat Desa Semedo dan Petahunan bersama Babinsa, akan melakukan pemasangan tanggul darurat dari bambu dan ban bekas.

“Barrier beton akan diletakkan di belakang tanggul darurat yang dipasang masyarakat dan TNI. Ini akan sangat bagus untuk mencegah benturan dengan beton,” tandasnya.

Sementara disampaikan Babinsa Semedo, Koramil 15 Pekuncen, Kodim 0701 Banyumas, Serka Joko Arif Nugroho, untuk rata-rata kecelakaan yang terjadi di tikungan gibod adalah motor matic yang mengalami gagal fungsi pengereman saat menuruni Desa Semedo dari Desa Wisata Petahunan.

Selain mengamankan para pengendara kendaraan bermotor, upaya tersebut juga untuk mengamankan para petani penyadap/penderes getah karet dan pinus yang ada di bawah tikungan gibod.

Untuk kecelakaan terakhir, menimpa sepasang suami istri asal Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, yang masuk ke jurang di tikungan gibod pada hari penutupan TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas di Desa Petahunan (29/7).

“Rem motor matic sepasang suami istri itu blong saat menuruni tanjakan gibod, setelah mengunjungi Obyek Wisata Watu Kumpul di Desa Petahunan, dan acara pelepasan Satgas TMMD,” ungkapnya.

Kejadian yang terjadi pukul 12.30 WIB itu, mengakibatkan pengendara (suami) mengalami patah paha kaki kanan saat menabrak pohon sengon di kedalaman 5 meter, sedangkan istrinya fraktur tulang pinggul di kedalaman 7 meter.

Kedua korban dievakuasi ke RSUD Ajibarang, dan selanjutnya dirujuk ke RS. Ortopedi Purwokerto.

Sementara untuk korban meninggal dunia sebelumnya, adalah sepasang suami istri asal Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, sekitar 5 bulan lalu.

Sebelumnya lagi, sudah ada 4 kejadian lainnya, yakni warga Kracak, Kecamatan Ajibarang meninggal, warga dari Kabupaten Purbalingga luka-luka, tukang ayam warga Desa Petahunan luka-luka, dan 3 orang anak asal Desa Semedo bonceng 3 luka-luka.

“Memang upaya untuk memajukan potensi wisata Curug Nangga di Desa Petahunan melalui pembangunan jalan beton TMMD sepanjang 1,8 kilometer dan lebar 3,75 meter, perlu dibarengi upaya pengamanan akses menuju kesana, yaitu di tikungan gibod,” pungkasnya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.