Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Dishub Banyumas Menghimbau Motor Matic Tidak Digunakan Untuk Melewati Tanjakan Ekstrim Gibod

Loading...

Banyumas – Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas melakukan pemasangan rambu-rambu lalu lintas di tiga titik di wilayah Desa Cikawung dan Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Rambu-rambu berisi himbauan sebelum menaiki atau menuruni tanjakan gibod yang terkenal ekstrim dengan tikungan maut gibod yang sering menyebabkan kecelakaan pengendara kendaraan bermotor masuk jurang, karena rem blong saat menuruni tanjakan gibod dari arah Desa Wisata Petahunan dan Desa Semedo menuju Desa Cikawung.

Dijelaskan Kadishub Banyumas, Agus Nurhadi, S.Sos, M.Si, bahwa pemasangan rambu-rambu himbauan itu dilakukan mulai dari titik 20 meter sebelum memasuki tikungan bawah gibod di Desa Cikawung, 100 meter setelah tikungan gibod di wilayah Desa Semedo, dan 500 meter setelah tikungan gibod juga di wilayah Desa Semedo menuju Desa Wisata Petahunan.

“Rambu-rambu lalu lintas berisi himbauan itu dilakukan agar para pengendara kendaraan bermotor lokal maupun wisatawan yang akan berkunjung ke Desa Wisata Petahunan, dapat mempunyai gambaran saat perjalanan balik mereka, sehingga tidak terjadi rem blong,” terangnya, Selasa (4/8/2020).

Dijelaskannya lanjut, himbauan meliputi kurangi kecepatan, gunakan gigi rendah karena akan menuruni tanjakan terjal berliku, dan agar tidak menggunakan motor matic bagi yang kurang berpengalaman, karena mayoritas kecelakaan adalah motor matic.

“Selain memasang rambu-rambu, kami juga memasang road barrier beton sebanyak 13 buah di tikungan gibod atas, dan 25 buah di tikungan gibod bawah. Untuk masing-masing barrier beton itu sepanjang 1 meter dengan ketinggian 80 centimeter,” tandasnya.

Menurutnya juga, upaya itu untuk merespon banyaknya kecelakaan luka-luka dan belasan korban jiwa sejak tahun 2018 lalu, karena masuk jurang.

“Ini juga respon terkait pembangunan infrastruktur berupa jalan beton TMMD Reguler Banyumas sepanjang 1,8 kilometer lebar 3,7 meter, dari Dukuh Semingkir ke Obyek Wisata Curug Nangga Petahunan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, dengan dioptimalkan air terjun tingkat tujuh Curug Nangga, maka kedepan Desa Wisata Petahunan akan memiliki sejumlah potensi wisata baru sebagai destinasi para pelancong.

Untuk diketahui, selain Curug Nangga dan Lokawisata Bukit Watu Kumpul yang cukup terkenal yaitu, Desa Wisata Petahunan juga memiliki sejumlah potensi wisata untuk dikembangakan.

Adanya jalan beton TMMD setebal 20 centimeter itu, akan menjadi modal awal menyambung infrastruktur ke Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar agama islam), dan juga petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman kerajaan Pajajaran). (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.