Dipangkas 50 Persen, Wabup Jember Minta Tambahan Jatah Pupuk

Jember- Wakil Bupati (Wabup) Jember, Drs.KH.A.Muqit Arief mengungkapkan, stok pupuk urea bersubsidi di Jember semakin menipis, sementara kebutuhanya bagi petani sangat meningkat hingga akhir tahun.Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Jember terpaksa harus melakukan permintaan penambahan jatah pupuk urea bersubsidi ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Senin, (10/8)

“Pemerintah Kabupaten Jember sudah bersurat ke provinsi untuk mendapatkan tambahan pupuk,” terang Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, saat rapat evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) Kabupaten Jember, di Aula bawah Pemkab Jember.

Wabup menguraikan, jatah pupuk urea untuk Jember setiap tahun berkurang.Pada tahun 2018, Jember dijatah 94.945 ton. Kemudian tahun 2019 turun menjadi 90.975 ton, dan pada 2020 ini jatahnya hanya 47.018 ton.

“Dipangkas lima puluh persen,” terang wabup.

Sampai bulan Juli 2020, serapannya sudah 90 persen. Sehingga tersisa 3.997 ton untuk sampai akhir tahun.Menurut wabup, terus menurunnya jatah itu disebabkan beberapa hal. Pertama terkait dengan cara pengajuan yang berubah.

“Dulu pengajuan dari kelompok tani berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Berubah saat ini berdasarkan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), ” ungkapnya.

Untuk pengajuan secara elektronik itu, lanjut Wabup, banyak persyaratan yang tidak dipahami oleh semua kelompok tani.

“Penyebab lainnya, di pusat sebetulnya nominal anggaran pupuk urea bersubsidi itu tetap. Tetapi, ongkos produksi yang membengkak memaksa terjadi pengurangan jatah, ” terang Wabup.

Wabup meminta, petani memahami kondisi itu. Terlebih Pemerintah Kabupaten Jember tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim untuk penyediaan pupuk bagi petani.

Disamping itu, wabup meminta masyarakat tani tidak bergantung pada pupuk urea bersubsidi.

“Petani bisa mengubah dari pupuk tunggal menjadi pupuk majemuk, serta bisa menerima kehadiran pupuk organik, ” pungkasnya. (Tahrir).

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.