Dinkes Provinsi Bengkulu Gelar Seminar Peduli TBC

NusantaraTerkini.Com, – Dalam rangka memperingati Hari TBC Sedunia, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menggelar Seminar bersama PimWil Aisyiyah dan IDI Bengkulu untuk memberikan edukasi dan menindaklanjuti penyakit TBC yang mewabah, Selasa (27/03/18).

Kegiatan dengan tema “Peduli TBC Menuju Bengkulu Sehat”,  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Herwan Antoni mengatakan, Indonesia merupakan negara peringkat ke – 2 tertinggi setelah India dan Indonesia juga termasuk salah satu negara yang menjadi prioritas di Dunia dalam rangka pengeliminasi TBC. Di Provinsi Bengkulu sendiri sudah mencapai 8948 kasus yang ada, dan menjadi kasus yang sangat serius.

“Indonesia merupakan peringkat ke – 2 setelah India pengidap penyakit TBC . Dan salah satu negara yang dinyatakan oleh WHO sebagai negara yang menjadi prioritas dari Dunia dalam rangka pengelimanasi TBC. Bahwa saat ini diperkirakan Ada 1 juta orang kasus TBC dan 259 orang meninggal karena kasus ini setiap tahunnya. Di Provinsi Bengkulu diperkirakan ad 8948 kasus. Ini menjadi kasus yang sangat serius yang perlu ditindak lanjuti sesuai dengan hasil kesepakatan nasional pada rapat kerja kesehatan nasional tahun 2018”. Ujar Herwan.

Melalui program inovasi ketuk pintu, lanjut Herwan, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Dinas Kesehatan berharap bisa membantu penderita penyakit TBC sebagai pendisiplinan pengonsumsian obat.

“Eleminasi TBC merupakan salah satu prioritas Nasional yang harus disiapkan termasuk Provinsi Bengkulu sudah menyusun suatu aksi rencana daerah. Yang nantinya akan menjadi rencana kita bersama termasuk  ‘Asyiyah. ‘Asyiyah merupakan salah satu mitra dinas kesehatan yang sudah 2 tahun terakhir melakukan berbagai kegiatan untuk mengeliminasi penyakit TBC yaitu program inovasi ketuk pintu”, sambungnya.

Sementara dalam sambutan Plt. Gubernur, Rohidin Mersyah mengatakan, TBC salah satu penyakit yang paling mematikan, untuk itu bagi penderita penyakit TBC sangat diharapkan untuk disiplin mengonsumsi obat secara rutin sesuai yang dianjurkan. Pengonsumsian obat juga tidak terlepas dari dampingan Dinas Kesehatan, IDI, Aisyiyah, serta Ormas melalui program inivasi ketuk pintu.

“Inikan penyakit yang mematikan, jadi untuk menemukan pasien penderita ditengah – tengah masyarakat tidak mudah. Kemudian ketika mereka sudah ditangani untuk bisa disiplin minum obat sampai selesai itu juga perlu pendampingan. Maka kerjasama seperti ini antar Dinas Kesehatan, IDI, Asyiyah, Ormas saya kira sangat efektif sekali. Dengan pola ketuk pintu bisa 10 rumah sehari perkader itu luar biasa. Saya minta dengan Dinas Kesehatan Provinsi dibuat polanya agar dipublikasikan kerjasamanya ini di tingkat Provinsi. Jika pola ini dilaksanakan secara menyeluruh diharapkan Bengkulu bisa bebas penyakit TBC. Dan kita sudah menemukan pola kerja sama yang efektif karena obatnya kan sebenarnya sudah tersedia dan gratis, persoalannya penderita yang harus meminum obat sampai benar benar sembuh,” pungkasnya. (2N/adv)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.