Terbit : 27 Agustus, 2019 - Jam : 16:38

Dinkes OKI Bagikan Masker Gratis

Loading...

Ogan Komering Ilir – Sebagai wujud kepedulian pada warga dampak kabut asap dan debu dimusim kemarau, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membagikan masker secara gratis.

Pembagian masker tersebut dipusatkan di persimpangan Mapolres OKI, kepada para pengendara mobil dan sepeda motor di Kayuagung yang sedang melintas, Selasa (27/08).

“Bagi-bagi masker ini salah satu upaya kita dalam menyikapi dampak dari kabut asap. Semoga hal ini bisa mencegah masyarakat dari penyakit ISPA,” kata Kepala Dinas Kesehatan OKI Muhamad Lubis, SKM, M.Kes didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Iwan Setiawan, SKM, M. kes.

Terkait penyakit ISPA(Inpeksi Saluran Pernapasa Akut), Iwan menjelaskan, hingga saat ini belum ada peningkatan yang begitu signifikan. Karena sebelum terimbas karhutla, pihaknya juga menerima laporan penyakit ISPA dari Puskesmas-Puskesmas.

“Masih dalam ambang batas wajar, setiap bulan kita terus menerima laporan. Selain itu antisipasi juga dilakukan di wilayah lain terutama wilayah yang ada dan rawan kabut asap,” katanya.

Lebihlanjut dikatakanya, pihaknya telah menyediakan petugas dan obat-obatan yang disiagakan.

“Disana juga disiagakan petugas-petugas kesehatan yang dilengkapi obat-obatan. Jadi sementara menyikapi kabut asap ini ada berapa metode seperti pembagian masker dari Dinkes melalui Puskesmas kepada masyarakat,” imbuhnya.

Drg. M. Arifin Yuslim selaku Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes OKI menambahkan, kepada masyarakat diharapkan melakukan kiat-kiat sebagai berikut, agar terhindar dari ispa.

“Hindari atau kurangi aktifitas diluar rumah/gedung terutama bagi mereka yang terkena penyakit jantung dan gangguan pernapasan. Jika terpaksa keluar rumah sebaiknya mengunakan masker, minumlah air putih lebih banyak dan sering, selalu melakukan perilaku hidup bersih sehat(PHBS) seperti makan bergizi, jangan merokok dan istirahat yang cukup,” jelasnya.

Ia menambahkan, bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, berkonsultasilah pada dokter dipuskesmas untuk perlindungan tambahan, sayuran dan buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi begitu pula bahan makanan dan minuman perlu dimasak dengan baik.

“Upayakan polusi diluar tidak masuk kedalam rumah/sekolah/kantor dan ruang tertutup lainnya, selain itu untuk penampungan air dan makanan harus terlindung dengan baik,” pungkasnya. (Rill/Fir/On)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.