Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Dinilai Terlibat Politik Pilkada, PCNU Jember Dan Kencong di Tegur PWNU Jatim

Loading...

Jember- Beredar surat dokumen yang dikeluarkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, tentang pemberian teguran tertulis pertama kepada PCNU (Pengurus Cabang Nadlatul Ulama) Jember dan PCNU Kencong atas pelanggaran disiplin organisasi.Kedua PCNU ini dinilai terlibat politik praktis berkaitan maraknya kegiatan pilkada Jember. Minggu, (20/9).

Masih menurut dokumen, teguran tertulis ini terpaksa dikeluarkan PWNU Jawa Timur, lantaran adanya serangkaian laporan yang diterima.Laporan itu menyebutkan, jika PCNU Jember dan Kencong dalam sejumlah acara resmi yang melibatkan kalangan umat Nahdliyin, kerap kali melakukan kegiatan politik praktis untuk kepentingan Pilkada Jember yang sampai melibatkan perangkat NU.

Berikut isi surat dokumen yang dikeluarkan PWNU Jawa Timur, bernomor 764/PW/A-II/L/IX/2020, tanggal 19 September 2020, perihal teguran pertama atas pelanggaran disiplin organisasi, kepada PCNU Jember dan Jember yang ditandatangani, Ketua KH.Marzuqi Mustamar M.Ag, bersama Rais KH. Anwar Manshur, Katib Drs.KH.Syafruddin Syarif dan sekretaris Prof.Akh.Muzakki Grad Dip SEA, M.Ag, M.Phil, Ph.D, dengan tembusan kepada PBNU pusat Jakarta.

Isi surat dimaksud secara lengkap berbunyi, memperhatikan surat instruksi PWNU jawa Timur nomor 752/PW/A-II/IX/2020, perihal intruksi PWNU Jawa Timur dalam kaitannya dengan maraknya pelaksanaan kegiatan dalam rangka dan atau dalam rangkaian pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) di Kabupaten/Kota di Jawa Timur tahun 2020.

Selain itu dalam isi surat dokumen menambahkan, dan mencermati serangkaian laporan atas sejumlah acara beserta substansi dari kegiatan bersama resmi organisasi oleh PCNU Jember dan Kencong.

Termasuk diantaranya yang melibatkan seluruh perangkat organisasi serta kalangan nahdliyin di bawah masing-masing serta juga menghadirkan pemangku kepentingan politik praktis yang berkepentingan dengan pemilukada setempat.

Maka bersama ini PWNU Jawa Timur memberikan teguran resmi organisasi pertama.Teguran ini diberikan untuk merespon pelanggaran disiplin organisasi terhadap instruksi PWNU di atas.

Demikian surat teguran resmi organisasi pertama ini diberikan untuk menjadi perhatian demi menjaga marwah organisasi

Ketua PCNU Kencong KH.Ghulam Ahmad atau Gus Ghulam, dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp membenarkan terkait adanya surat dokumen teguran tertulis pertama dari PWNU Jawa Timur, yang dilayangkan kepada PCNU Jember dan Kencong.

“Betul, ada surat teguran PWNU Jatim, ” katanya.

Gus Ghulam menjelaskan, Ia menerima surat teguran tersebut yang dikirimkan via WA oleh Prof Zaki-Sekjen PWNU dan pihaknya selaku pengurus di PCNU Kencong menerima dengan baik teguran tersebut.

“InsyaAllah akan menjadi pegangan dan panduan dalam melakukan langkah-langkah politis berikutnya, ” ujar Gus Ghulam.

Ia mengaku belum mengetahui pasti detail pelanggaran seperti apa yang telah dilakukan, sebab pihaknya belum dipanggil oleh PWNU Jawa Timur.Sebaiknya, lanjut Dia, media bisa konfirmasi langsung ke PWNU Jatim terkait terbitnya surat teguran tersebut.

“Terima kasih kepada PWNU Jatim yang telah mengingatkan kami sehingga diterbitkan surat teguran, ” tuturnya.

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin alias Gus Aab, seperti dilansir NUSADAILY.COM, menyesalkan dokumen tersebut sampai mencuat keluar.

“Karena itu bersifat internal, tidak seharusnya sampai kepada orang diluar,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia tidak ingin terlalu berpolemik lebih jauh. Mengingat, sejauh ini ia belum sempat dihubungi langsung oleh KH Marzuqi Mustamar.

Apalagi, dalam Pilkada Jember tahun 2020 ini, Gus Aab merasa tidak pernah mengerahkan struktur NU untuk politik praktis.

“Di surat teguran juga tidak jelas acara apa dan acara dimana yang dimaksud. Tidak usah terlalu ditanggapi,” kilah ulama yang juga dosen IAIN Jember itu.(Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.