Terbit : 23 Desember, 2019 - Jam : 18:16

Dinas Pertanian Oku Selatan Sikapi Kurangnya Alokasi Pupuk

Oku Selatan – Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan sikapi keluhan petani dan kritikan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) terkait kelangkaan Pupuk Bersudsidi.

Kepala Dinas Pertanian Ir.Asep Sudarno.M.si menjelaskan, kekurangan pupuk bersubsidi di tahun 2019 ini disebabkan karena alokasi pupuk menurun dari tahun yang sebelumnya. Untuk mengatasinya, Dinas pertanian akan mengusulkan penambahan pada pemerintah Sumsel atau pusat.

“Kemudian atas saran dari dinas pertanian provinsi dan kementerian menyarankan untuk menggunakan Pemakaian Pupuk Non Subsidi dan Pupuk Organik sebagai pengganti pupuk bersubsid. Supaya bisa mengatasi Kegagalan Panen paska musim tanam,” katanya, Senin (23/12/2019).

Pengalokasian Pupuk Urea 14.600.84 ton, menurun dari tahun yang lalu mencapai 17 ton, demikian juga dengan pupuk yang lain seperti pupuk SP -36 menerima aloksi sebesar 3.225.52 ton, dan Pupuk ZA menerima Alokasi 583. 03 ton serta pupuk NPK : 9.151.11 ton. Adapun pupuk organik menerima alokasi sebesar 21.35 ton lebih rendah dari tahun lalu.

Angka ini sesuai dengan Keputusan Kementerian Pertanian (Kementan) Rebuplik Indonesia dengan Pengurangan Pupuk bersubsidi di seluruh daerah dan mencanangkan Progaram Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Mengatasi hal ini, Dinas pertanian Oku Selatan mengambil langkah dengan cara mengusulkan kepihak Dinas Pertanian Provinsi dan Pihak Kementerian Pertanian. guna meminta Penambahan Alokasi Pupuk yang sangat dibutuhkan bagi Masyarakat khusunya Petani ini. (Suardi)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.