Dihadiri Kepala BPN Baru, Warga Desa Bagon Jember Antusias Ikuti Sosialisasi PTSL

Jember, nusantaraterkini.com- Masyarakat Desa Bagon Kecamatan Puger Kabupaten Jember, antusias mengikuti kegiatan sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang dihadiri langsung oleh kepala kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jember yang baru Akhyar Taffi, pada malam Jum’at  24 Maret 2022

Kegiatan yang berlangsung di aula pendopo desa setempat, terlihat warga yang hadir sangat pro aktif mengikuti hingga acara selesai.Bahkan tidak sedikit di antara mereka saling berebut kesempatan, guna menyampaikan pertanyaan seputar persoalan administrasi dan hak kepemilikan tanah, kepada pejabat nomor satu di BPN Jember.

Akhyar yang baru 15 hari bertugas di BPN Jember pun dengan telaten dan senang hati menjawab panjang lebar satu persatu pertanyaan dari warga.

Dalam sambutannya, Ia mengapresiasi langkah baik Kepala Desa Bagon, Ahmad Kholili, untuk mengusulkan Desanya mendapatkan program PTSL tahun 2022.
“Kita berharap Desa Bagon menjadi salah satu desa target kita di tahun 2022 ini, ” tutur Akhyar.

Menurut Dia, sampai saat ini masih banyak kepala desa di Jember yang belum mengusulkan agar desanya mendapatkan program PTSL. Padahal PTSL merupakan program strategis nasional Pemerintahan Jokowi yang saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Sosialisasi untuk meningkatkan animo masyarakat terkait program PTSL.Karena mereka belum begitu paham apa manfaat dan tujuan dari program PTSL.Selain itu dalam rangka mempercepat pendaftaran tanah yang secara nasional ditargetkan akan selesai pada tahun 2025, ” imbuhnya.

Akhyar menjelaskan manfaat yang akan dirasakan, bila masyarakat mendaftarkan tanahnya di program PTSL.Diantaranya untuk memberikan jaminan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah warga.

Selain itu, negara akan hadir untuk memberikan perlindungan terhadap tanah-tanah yang dimiliki masyarakat yang sudah bersertifikat.Ketika ada sengketa dan konflik negara hadir di situ.

“Masyarakat tidak sendiri karena ini produk yang legal yang sudah dikeluarkan oleh negara.Tentunya negara bertanggung jawab untuk menyelesaikan, ” kata Akhyar.

Lebih jauh Pejabat kelahiran Aceh ini menambahkan, dokumen tanah ketika hilang atau rusak datanya tersimpan dan tercatat di BPN.Bila sewaktu-waktu ada masalah negara akan hadir untuk melindungi masyarakat yang sudah memiliki sertifikat.

Lanjutnya, dengan adanya sertifikat masyarakat bisa mengembangkan usahanya dengan mendapatkan modal dari Perbankan. Tentunya Perbankan akan meminta legalitas yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Tentunya sertifikat menjadi produk yang legal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan kredit di bank untuk pengembangan usahanya, ” katanya.

Ia berharap kepada masyarakat Desa Bagon supaya bisa ikut pro aktif mendaftarkan tanahnya melalui program PTSL.Karena program PTSL tidak setiap tahun ada dan di lain waktu belum tentu juga ada. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.